Menkes: Jangan Jadikan RS Sebagai Sumber PAD
Selasa, 26 Jun 2007 16:52 WIB
Solo -
Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah mengharapkan Pemerintah Daerah tidak menjadikan rumah sakit dan sektor pelayanan kesehatan masyarakat lainnya sebagai lahan untuk mencari pendapatan asli daerah (PAD). Sebab hal itu akan mempersulit RS melayani kebutuhan kesehatan publik secara maksimal. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari dalam jumpa pers di sela-sela Raker Kesehatan Nasional di Hotel Quality, Solo, Selasa (26/6/2007). "Di beberapa daerah telah ada rumah sakit yang menolak memberikan setoran pendapatan seperti itu ke Pemerintah Daerah setempat untuk PAD. Namun di beberapa daerah lain masih belum berani menolak karena aturan atau Perda setempat mengatur demikian," ujarnya.Karenanya Menkes meminta agar Pemda lebih memikirkan pelayanan kesehatan masyarakat dengan tidak menjadikan rumah sakit dan sektor pelayanan lainnya sebagai bagian dari lahan untuk mencari pendapatan asli daerah (PAD). Karena hal tersebut akan mengganggu fungsi pelayanan. Tambah 15 RS BLUUntuk mengantisipasi hal tersebut, Depkes sejak hari ini menetapkan 15 RS di Indonesia menjadi RS Badan Layanan Umum (BLU). Dengan penambahan tersebut, saat ini terdapat 28 RS BLU di Indonesia. "RS BLU tidak mentarget profit namun lebih ditekankan pada fungsi pelayanan. RS BLU juga punya kewenangan mengelola pendapatannya sendiri sehingga tidak lagi menyetor pendapatannya kepada Pemerintah Daerah karena semua dana yang ada dikelola untuk pelayanan publik," papar Menkes. 15 RS yang hari ini ditetapkan sebagai RS BLU itu adalah RS Kandouw Manado, RS Adam Malik Medan, RS Soeradji Tirtonegoro Klaten, RS Ortopaedi Solo, RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta, RSJ Marzuki Mahdi Bogor, RSJ Radjiman Wediodiningrat Lawang, RSJ Suroyo Magelang. RS Paru Gunawan Partowidigdo Bogor, RS Paru Rotinsulu Bandung, RS Paru Ario Wirawan Salatiga, RS MAta Cicendo Bandung, RS Stroke Bukittinggi, RS Ketergantungan Obat Jakarta, RSPI Suliyanti Saroso Jakarta. Peningakatan pelayanan lain yang dilakukan Depkes adalah menambah enam ribu tempat tidur pasien yang akan didistribusikan ke beberapa RS di Indonesia. Dana yang dialokasikan untuk penambahan tempat tidur itu sebesar Rp 250 miliar.
(mbr/djo)










































