Lolos Berkat Keringat di Celana Setelah Dibui 22 Tahun

Lolos Berkat Keringat di Celana Setelah Dibui 22 Tahun

- detikNews
Selasa, 26 Jun 2007 15:11 WIB
Brooklyn - Dituduh memperkosa istri polisi, Scott Fappiano harus hidup di bui selama 22 tahun. Namun berkat keringat pada celana korban pemerkosaan, Fappiano bisa menghirup udara bebas.Melalui tes DNA, terbukti keringat pada celana korban bukanlah keringat Fappiano. Pria AS ini pun bebas karena terbukti tidak melakukan pemerkosaan. Demikian seperti diberitakan Nypost.com, Selasa (26/6/2007).Ceritanya, pada 1 Desember 1983, seorang pria mendobrak apartemen seorang polisi di Brooklyn, AS. Pria tersebut berhasil melumpuhkan sang polisi dan mengikatnya. Sementara istri polisi tersebut diperkosanya. Kepolisian Brooklyn menunjuk Detektif Helene Gottlieb untuk menyelidiki kasus tersebut. Dari susunan foto yang dimiliki polisi, istri polisi tersebut menunjuk foto Fappiano sebagai pelakunya. Dalam laporanya, Gottlieb menulis bahwa korban yang berinisial TS menunjuk Fappiano sebagai pelakunya. Begitu juga suaminya."Suami korban jelas-jelas tidak melihat pemerkosanya, tapi dia menunjuk foto Fappiano. Jadi kami tahu bahwa yang main di sini adalah sugesti," kata Nisck Brustin, pengacara Fappiano.Banyak kejanggalan dalam laporan polisi dalam kasus itu. Misalnya saja mengenai tato pada kedua kaki Fappiano. Korban berinisial TS mengaku tidak pernah melihatnya. Sebab pemerkosa tidak pernah mendodorkan celananya hingga pinggul.Bukan hanya itu. Polisi bisa berkelit ketika bukti sidik jari, puntung rokok dan handuk yang ditemukan di TKP cocok dengan orang yang memiliki golongan darah A, sementara Fappiano bergolongan darah O. Mereka melaporkan ketidaksesuaian itu karena TKP sudah terkontaminasi."Tidak ada yang salah dengan TKP hingga muncul bukti forensik bahwa bukti-bukti yang ditemukan tidak sesuai dengan Fappiano," ucap Brustin.Pada sidang pertama, juri menyatakan Fappiano tidak terbukti bersalah. Namun pada sidang kedua, dia terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman 20 hingga 50 tahun penjara.Meski sudah menjalani hukuman selama 22 tahun, proses penyelidikan ternyata terus berlangsung. Dia bisa bebas berkat keringat di celana pendek yang dikenakan korban saat penyerangan yang tidak sesuai dengan DNA Fappiano.Siapa pelaku pemerkosaan tersebut? Pemerkosanya adalah seorang anggota keluarga kriminal The Gambino. Polisi diduga bekerjasama mengaburkan bukti untuk melindungi keluarga tersebut.Atas penderitaan yang dialaminya selama 22 tahun, Fappiano yang kini berusia 45 tahun menuntut polisi yang telah menjebaknya."Saya pikir seberapa banyak uang pun tidak akan membayar hidup saya selama 22 tahun ini. Mereka merenggut usia 20 tahun, 30 tahun dan setengah dari usia 40 tahunku. Apa itu bisa dibayar?" geram Fappiano.Untuk melenggangkan tuntutannya ke pengadilan, Fappiano menggandeng kantor pengacara Neufeld & Scheck yang pernah membela OJ Simpson. "Tragedi yang dialami Fappiano bukan kecelakaan yang tidak disengaja. Jadi semua ada harganya," kata Cohran dari Neufeld & Scheck. (ana/sss)


Berita Terkait