Banjir Isolir 10.000 Warga NTT
Selasa, 26 Jun 2007 12:00 WIB
Kupang - Lebih dari 10.000 warga yang tersebar di 16 desa di Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Selasa (26/6/2007) dinihari terisolir menyusul meluapnya dua buah sungai yang melingkari wilayah itu. Banjir terjadi setelah hujan deras terus menerus mengguyur sebagian wilayah Timor dan Flores tiga hari terakhir.Camat Malaka Barat, Remigius Asa, yang dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan, tim darurat yang ingin menjangkau lokasi banjir mengalami kesulitan karena sebagian jalur menuju ke desa-desa yang terisolir masih digenangi banjir setinggi 1,5-2 meter. "Kami sudah mencoba ke lokasi untuk memantau kondisi warga tetapi sangat sulit. Warga saat ini bertahan dirumah-rumah panggung atau diatap rumah karena ketinggian air terus naik dan mengancam ribuan warga," kata dia. Seluruh aktivitas perkantoran, kegiatan belajar mengajar dan aktivitas masyarakat lumpuh total. "Saya sudah instruksikan kepada para kepala desa supaya terus memantau kondisi dan apabila membutuhkan evakuasi, maka segera melakukan koordinasi," lanjut dia. Dia menambahkan, sudah ada tiga rumah penduduk yang dilaporkan hanyut bersama perabotnya. Namun pemilik rumah dan anggota keluarganya berhasil menyelamatkan diri.Hingga Selasa (26/6/2007) pukul 11.00 Wita, genangan air dilaporkan bertambah tinggi karena hujan masih terus mengguyur wilayah di bagian selatan Kabupaten Belu tersebut. Hujan mengguyur wilayah Malaka Barat tanpa henti sejak Senin (25/6/2007) pagi. "Saya melihat beberapa orang membawa barang-barang dikemas dalam tas dan mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi,"tutur Oktovianus Manek, warga Desa Besikama, Kecamatan Malaka Barat. Kepala Sub Bagian Bina Sosial Kabupaten Belu, Untung, yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, Wakil Bupati Belu, Gregorius Mau Bili sudah melakukan rapat darurat dan akan segera mengirim bantuan darurat berupa makanan, obat-obatan dan air mineral. "Yang paling dibutuhkan warga adalah air bersih dan bat-obatan karena sebagian besar sumber air minum digenangi banjir," ujar Untung. Menurut dia, instansi terkait yang menangani masalah sosial segera bergerak ke lokasi guna mendata kerugian yang dialami akibat bencana itu.Hujan deras yang melanda sebagian Pulau Timor dan Flores dalam tiga hari terakhir, selain membawa banjir juga mengakibatkan terjadi tanah longsor di Kabupaten Ngada. "Laporan sementara yang kami terima menyebutkan ruas jalan utama yang menghubungkan Mataloko-Bajawa dan daerah lain di Flores mengalami longsor sepanjang kurang lebih 50 meter," kata Umbu Jaiwu, staf pada Biro Bina Sosial Setda NTT, Selasa pagi.Kepala BMG Stasiun El Tari Kupang, Albert Kusbagio yang dihubungi terpisah mengatakan, hujan yang terjadi pada musim kemarau ini merupakan dampak dari adanya tekanan rendah diatas Pulau Timor dan Flores. "Hampir sebagian wilayah NTT dilanda hujan," kata dia. Menurut Alberth, tekanan rendah yang terjadi hanya 1006 milibar dan kemungkinan munculnya badai sangat kecil.
(asy/nrl)











































