Puslabfor Mabes Polri Turut Selidiki Ledakan Gardu Setiabudi
Selasa, 26 Jun 2007 08:37 WIB
Jakarta - Sebanyak 20% pelanggan PLN masih didera mati lampu menyusul ledakan di gardu induk Setiabudi 24 Juni lalu. Puslabfor Mabes Polri turun tangan untuk meneliti penyebab ledakan.Menurut Manajer Distribusi PLN Disjaya Moch Sulistyo, Puslabfor Mabes Polri sudah mengecek ke lapangan sejak Senin 25 Juni dan rencananya akan dilanjutkan pada hari ini."Kasus ini bisa dibilang cukup khusus karena jarang terjadi. Disjaya memilik 61 gardu dan kasus ini belum pernah terjadi, jadi kita pelajari dulu," katanya pada detikcom, Selasa (26/6/2007).Sulis menuturkan pemulihan listrik mati baru kelar 80%. "Sampai sekarang sebetulnya masih kayak sore kemarin seputar Sudirman, Rasuna Said, dan sebagian Setiabudi. Pemulihan baru 80 persen," tuturnya.Menurut Sulis, kawasan yang 20% belum menyala merupakan pelanggan terbesar sehingga mereka diimbau untuk menyalakan genset selama listrik padam.Sulis menjelaskan, gardu Setiabudi bagian 150 kilovolt yang meledak ini biasanya dipasok dari Cawang. Namun dengan insiden ini dialihkan ke Dukuh Atas."Dukuh Atas nggak bermasalah kemarin pukul 03.00 WIB pasokan 150 kilovolt normal sehingga energi dari Cawang dialihkan ke Dukuh Atas," ujarnya.Gardu induk GIS Setiabudi meledak pada Minggu 24 Juni pukul 12.26 WIB. Satu orang tewas dalam insiden ini.
(mly/nrl)











































