Membocorkan Rahasia Nuklir, Pakar Atom Mesir Dibui
Selasa, 26 Jun 2007 05:28 WIB
Kairo - Pengadilan Keamanan Mesir menjatuhkan hukuman 25 tahun penjara kepada seorang pakar atom, Mohammed Sayyed Saber (35). Saber dituduh karena telah membocorkan rahasia nuklir kepada agen intelijen Israel Mossad. Saber pun ditahan pada awal tahun 2007. Saber merasa tidak bersalah karena telah melakukan tugasnya sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Mesir.Selama persidangan berlangsung, Saber bersikeras jika informasi nuklir yang diberikannya bukanlah rahasia dan telah mendapat restu dari pemerintah. Meskipun dia membenarkan bahwa informasi yang disampaikannya kepada agen inteligen Israel Mossad mengenai otoritas energi atom Mesir ."Semua informasi yang saya berikan tidak pernah ditujukan untuk spionase," kata Saber dalam pengadilan keamanan Mesir, sebagaimana dilansir AFP, Selasa (26/6/2007).Saber juga menegaskan dirinya bukan mata-mata dan informasi diberikan bukan sebagai data rahasia. "Itu telah dipublikasikan dalam internet," tegas Saber.Jaksa penuntut menuduh Saber telah membantu intelijen Israel untuk merusak sistem komputer Badan Atom Mesir antara Februari 2006 hingga Februari 2007 dengan menggunakan sebuah laptop dan dana US$ 17.000. Para jaksa penuntut tersebut mengatakan, Saber juga menyediakan dokumen-dokumen khusus dan penting kepada agen Mossad tersebut untuk masuk ke dalam pusat penelitian nuklir Inshas, Sebelah utara Kairo.Meski demikian, Saber mengakui jika dirinya intens didekati dua orang yang diduga sebagai agen Mossad. Kedua orang itu berkebangsaan Jepang dan Irlandia. Keduanya absen dalam persidangan, setelah identitas mereka dipublikasikan melalui internet.Pada Mei 1999, Saber mengaku berkunjung ke kedutaan Israel di Kairo. Tujuannya hanya untuk memperoleh beasiswa studi nuklir di Universitas Tel Aviv. "Saya tidak mendapat penghargaan dalam pekerjaan saya. Karena itu saya berharap dapat menemukan kesempatan yang lebih baik di Israel," pungkasnya.
(rmd/mly)











































