Kapolri: Teroris Lakukan Perlawanan di Lapangan
Senin, 25 Jun 2007 21:06 WIB
Jakarta - Membekuk gembong terorisme tak ubahnya menyosong maut. Aksi baku tembak, perkelahian tangan kosong hingga pelemparan bom hampir pasti terjadi dalam setiap aksi penggrebekan polisi.Lengah sekejab bukan hanya nyawa sendiri yang melayang, salah-salah warga sipil yang kebetulan ada di sekitar lokasi penangkapan ikut jadi korban. Anggota Polri sendiri sudah ada yang gugur dalam operasi penggrebegan."Mereka sangat berbahaya. Mereka memang melakukan perlawanan di lapangan," kata Kapolri Jendral Pol Sutanto di Kantor Presiden, Jakarta (25/6/2007).Kapolri mejelaskan, para pelaku terorisme adalah orang-orang militan yang tidak akan menyerahkan diri begitu saja. Bila sampai terpergok polisi dan tidak bisa lagi menghindar, mereka sudah pasti akan memberikan perlawanan sengit dan tidak segan-segan melakukan pemboman bunuh diri.Sebagai contoh, Sutanto menyebut drama penggrebegan Dr Azahari di Batu, Malang. Setelah terlibat aksi baku tembak, akhirnya pakar perakit bom dan para anak buahnya itu memilih meledakkan rumah tempat persembunyian mereka."Dari beberapa penangkapan yang kami lakukan, mereka sudah menggunakan jaket berisi bom peledak. Begitu juga dalam berbagai kesempatan, para pelaku terror yang ditangkap, memegang sejata api yang sudah siap dikokang, tinggal menembakkan saja," ujar Kapolri.
(lh/mly)











































