Kapolri:
Jangan Sampai Teroris Jadi Pahlawan
Senin, 25 Jun 2007 16:41 WIB
Jakarta - Meski nampak adem ayem, Polri ternyata resah menghadapi acaman TPM mengajukan gugatan praperadilan proses penangkapan Abu Dujana. Bukan takut kalah, tapi pembelokan isu yang jadi masalah yaitu berbeloknya isu menangkap tersangka gembong pelaku tindak terorisme di Tanah Air, menjadi isu pelanggaran HAM. "Tolong isunya jangan dikembangkan seperti itu, jangan sampai mereka malah jadi pahlawan. Banyak yang jadi korban mereka, berapa ratus korban Bom Bali yang anak dan istrinya menderita. Tolong masyarakat bisa melihat," ujar Kapolri Jenderal Sutanto, Senin (25/6/2007). Hal tersebut ia sampaikan menjawab pertanyaan wartawan yang mencegatnya seusai mengikuti rapat kabinet terbatas siang ini di Kantor Presiden, Jakarta. Kapolri membantah bahwa anak buahnya berlaku di luar batas keperluan apalagi sampai pelanggaran HAM dalam proses penyergapan Abu Dujana. Sebab mereka sebelumnya telah dibekali pengetahuan tentang HAM dan sejenisnya. "Saya kira polisi (penjajahan) Belanda pun tidak akan sekejam itu," guraunya. Di satu sisi, Sutanto menyambut baik rencana TPM mengajukan gugatan praperadilan atas kasus bersangkutan. Preseden ini dapat menjadi teladan bagi penegakan supremasi hukum di Tanah Air. "Ini negara demokrasi, jadi kita junjung supremasi hukum. Semua masyarakat harus kita hormati, kita senang kalau semua lewat jalur hukum," ujarnya.
(lh/nrl)











































