Cuaca Buruk, Pengangkatan Nomad dari Dasar Laut Ditunda
Senin, 25 Jun 2007 15:02 WIB
Tanjung Pinang - Tim Dinas Penyelaman Bawah Air (Dislambair) TNI AL telah menemukan bangkai pesawat Nomad N22S 817 yang terkubur di dasar laut di perairan Mapur, Kepulauan Riau (Kepri). Namun, upaya pengangkatan bangkai pesawat itu ditunda, karena cuaca buruk menghadang. Seharusnya, tim akan mengevakuasi bangkai pesawat Nomad itu hari ini, Senin (25/6/2007). Tim Dislambair juga sudah mulai turun ke dasar laut setelah mengikut briefing di Markas Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) Tanjung Pinang. Namun, di tengah laut, tim dihadang hujan deras dan gelombang tinggi di Selat Malaka. "Karena cuaca buruk, sehingga kami memutuskan menarik tim ke pangkalan lagi. Pengangkatan bangkai pesawat akan ditunda sampai besok. Kami tidak mungkin memaksakan tim kami," kata Komandan Danlantamal IV Tanjung Pinang Marsekal Pertama Among Margono saat dihubungi detikcom Senin (25/6/2007). Penundaan pengangkatan bangkai pesawat ini, kata Danlantamal, merupakan keputusan bersama. Selasa (26/6/2007) pagi, tim akan turun kembali ke dasar laut. Untuk keperluan pengangkatan bangkai pesawat, Lantamal mengerahkan KRI Tengiri yang dimiliki oleh Gugus Keamanan Laut (Guskamla). Istri alm Mayor (Laut) Suwelo Menyaksikan Danlantamal juga menjelaskan bahwa istri almarhum Mayor (Laut) Suwelo Wibisono, pilot pesawat naas tersebut, Ny Sri Indah Budayati, sejak Sabtu (23/6/2007) lalu sudah berada di Tanjung Pinang. Ny Sri Indah menyaksikan secara langsung proses evakuasi bangkai kapal pesawat itu. Istri Suwelo datang ke Tanjung Pinang bersama dua anaknya. Mereka ikut ke tengah laut dengan menumpang KRI Tengiri. Bahkan Ny Sri Indah bersama dua anaknya juga menyempatkan diri melakukan tabur bunga.
(asy/nrl)











































