Hidung, Sayap dan Ekor Pesawat Nomad Patah

Hidung, Sayap dan Ekor Pesawat Nomad Patah

- detikNews
Senin, 25 Jun 2007 14:27 WIB
Jakarta - Pesawat Nomad N22S berlambung 817 yang jatuh 20 tahun lalu di dasar laut perairan Mapur, Kepulauan Riau (Kepri) mengalami kerusakan cukup parah. Bagian hidung, sayap, dan ekor pesawat patah. Tim Angkatan Laut (AL) sudah mendapatkan gambaran jelas mengenai bangkai pesawat patroli yang dipiloti oleh Mayor (Laut) Suwelo Wibisono itu setelah melakukan penyelaman hari Minggu (24/6/2007). Bangkai pesawat ini masih relatif utuh dan terkubur di sekitar 20 meter di bawah permukaan air laut. "Tim kami sudah melakukan survei di dasar laut. Bagian hidung hancur, sayap kiri patah dan sudah tidak ada di lokasi, dan bagian ekor juga patah," kata Komandan Pangkalan Utama AL (Danlantamal) IV Tanjung Pinang Marsekal Pertama Among Margono saat dihubungi detikcom Senin (25/6/2007).Dan Lantamal juga mengaku timnya sudah menemukan baju seragam pilot TNI berwarna hijau kusam. Baju inilah yang dipakai oleh Suwelo Wibisono. Baju itu ditemukan tim penyelam masih terikat di tempat duduk pilot. Posisi bangkai pesawat Nomad ini sesuai dengan informasi yang disampaikan sejumlah nelayan yang menemukan pertama kali bangkai pesawat ini. Para nelayan tersebut juga mengaku melihat kerangka jenazah. Namun, tim penyelam belum bisa menemukan kerangka jenazah yang dilihat para nelayan itu. (asy/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads