20 Warga Korban Lumpur Adukan Lapindo ke SBY
Minggu, 24 Jun 2007 19:30 WIB
Jakarta - 20 warga korban semburan lumpur Lapindo datang ke kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas, Bogor. Mereka mengadukan PT Minarak Lapindo Jaya yang berbelit belit dalam membayar ganti rugi."Kita bilang Pak Presiden, ini lho Perpres-nya nggak jalan. Kenyataan di lapangan proses pembayaran ganti rugi berbelit-belit," ujar Rahmat, salah satu warga yang ikut bertemu SBY, kepada detikcom, Minggu (24/6/2007).Perpres yang dimaksud adalah Perpres nomor 14 tahun 2007 tentang Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo. Menurutnya, formulir ganti rugi yang sudah ditandatangani warga hingga bupati ditolak mentah-mentah Lapindo. "Kita tadi tunjukkan bukti berkas-berkas formulirnya setumpuk. Tadi kita juga bawa formulir yang ditandatangani 6.258 orang mewakili 10.800 korban Lapindo," kata Rahmat.Menurutnya, apa yang dilakukan Lapindo sudah keterlaluan. Padahal warga sudah mengalah akan dibayar 20 persen dari tuntutan awal yang ingin dibayar 100 persen secara cash and carry."Ganti ruginya juga lebih rendah dibanding harga pasar. Sawah yang permeter perseginya harganya Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu, hanya diganti Rp 120 ribu juga kita terima," keluhnya.Warga korban semburan lumpur Lapindo yang bertemu SBY menurutnya ada 20 orang yang mewakili desa yang terendam lumpur yaitu Renokenongo, Siring, Jatirejo, Kedungbendo, dan Perumahan Tanggulangin Sejahtera (Perum TAS) I.Rahmat menjelaskan, pertemuan dengan SBY itu difasilitasi Cak Nun (Emha Ainun Najib). Dalam pertemuan yang berlangsung dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB tersebut berjalan dengan sangat lancar dan memuaskan.
(nwk/ary)











































