Upacara Militer Akan Antar Kepergian Sujudi
Minggu, 24 Jun 2007 07:13 WIB
Jakarta - Mantan Menkes Kabinet Pembangunan VI Sujudi salah orang sipil. Meski demikian, upacara pelepasan jenazah akan digelar secara kemiliteran."Tadi Pak Presiden SBY bilang, ini (pelepasan jenazah) sudah diserahkan kepada negara. Jadi negara yang mengatur pelepasannya," kata Yufandi Sujudi, putra kedua Sujudi.Hal itu disampaikan dia kepada detikcom di rumah duka, Jl Wadas 2 No 1, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (24/6/2007).Menurut Yufandi, Menkes Siti Fadilah Supari yang akan memimpin upacara pelepasan jenazah. Rencananya, jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka menuju TMP Kalibata pukul 08.00 WIB.Hingga pukul 07.15 WIB, sebuah mobil jenazah dari Garnisun telah disiapkan di halaman rumah. Sejumlah pasukan kompi pengawal (Kiwal) Dam Jaya pun bersiaga. Rencananya, 10 orang berseragam loreng hijau dan baret hijau itu bertugas mengusung peti jenazah. Pasukan ini diiringi satu pleton pasukan kehormatan (pashor) Dam Jaya.Upacara pelepasan secara militer diberikan kepada sipil, biasanya karena yang bersangkutan gugur atau wafat dalam tugas menunaikan amanah negara. "Menjelang wafatnya, almarhum Sujudi dipercaya pemerintah Jepang dalam melakukan kerjasama bidang medis dengan Indonesia. Ini merupakan bentuk penghormatan, apalagi dimakamkan di TMP," ujar salah seorang petugas Dam Jaya.Peti jenazah almarhum Sujudi berwarna coklat. Di atasnya berselimut kain hijau bertuliskan huruf arab.Sejumlah warga yang melayat terus berdatangan. Sedangkan Kiwal bersenjata bersiaga di sekeliling rumah duka.
(nvt/nvt)











































