Abu Dujana Anggap Polisi Toghut

- detikNews
Sabtu, 23 Jun 2007 17:33 WIB
Jakarta - Teroris asal Cimahi, Jawa Barat, Abu Dujana alias Ainul Bahri menganggap polisi toghut, yang menurutnya artinya setan besar.Karena itu dia selalu mengarahkan anggotanya untuk melawan aparat polisi.Penilaian Abu Dujana terhadap aparat itu tertuang dalam keterangan tertulis Mabes Polri seperti disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto, Sabtu (23/6/2007).Dalam surat tersebut, Polri menjelaskan profil teroris yang memiliki 7 nama berbeda itu.Dibeberkan, Abu Dujana mengikuti pendidikan kemiliteran di Mujahidin Military Academy di Training Camp Sadaa, border Afghanistan-Pakistan, Angkatan ke VII tahun 1991 dengan predikat lulusan terbaik (kemudian bekerja sebagaiAdministrator di kantor NII Phesawar).Dia kemudian ditunjuk sebagai Instruktur kemiliteran di Training Camp Al-Jama'ah Al-Islamiyyah di Turkhom, Afghanistan tahun 1992.Abu Dujana diketahui memiliki kemampuan kemiliteran seperti persenjataan, merakit bom, intelijen, map reading, menembak, taktik infanteri, dan sebagainya.Abu Dujana juga memiliki hubungan dengan Al Qaeda dan pernah bertemu beberapa kali dengan Osama bin Laden di Afghanistan.Dia juga melatih di Al-Jama'ah Al-Islamiyyah Military Academy di Training Camp Hudaibiyah, Mindanao Selatan, Filipina tahun 1999.Abu Dujana diketahui sebagai anggota Senior Al-Jama'ah Al-Islamiyyah dengan jabatan terakhir Qoid Sariyah (Askhary), Pimpinan Sayap Militer Organisasi Al-Jama'ah Al-Islamiyyah.Abu Dujana memiliki peran yang sangat penting dan strategisdalam kegiatan operasi, khususnya mengendalikan personel dan logistik (bahan peledak, bom, amunisi, dan persenjataan) dalam jumlah yang besar.Sebagai Qoid Sariyah, Abu Dujana selalu mengarahkan anggotanya untuk melawan petugas Polri yang akan menangkapnya, karena polisi dianggap toghut (syetan besar).Abu Dujana diketahui secara tertutup sudah merencanakan pindah rumah dan sudah menyuruh anggotanya untuk mencari rumah kontrakan baru, sehingga apabila Abu Dujana lolos dari pengamatan, maka akan sangat sulit untukmenemukan kembali.

(umi/sss)