MUI Imbau Umat Muslim DKI Jakarta Jangan Golput
Sabtu, 23 Jun 2007 13:20 WIB
Jakarta - Umat Islam DKI Jakarta diimbau menggunakan suaranya pada Pilkada DKI Jakarta mendatang. Umat muslim DKI Jakarta juga diimbau memilih cagub DKI sesuai hati nurani masing-masing.Imbauan itu disampaikan Sekretaris Umum MUI DKI Jakarta Noer Syuaib Munzir dalam Tabligh Akbar memperingati HUT ke-480 DKI Jakarta, di Jakarta Islamic Center, Jl Kramat Jaya, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (23/6/2007)."Kita tidak mengeluarkan fatwa, tapi menyerukan kepada umat muslim DKI untuk memilih di antara dua calon yang menurut hati nurani masing-masing tepat memimpin DKI," kata Noer.Noer juga mengingatkan kepada umat Islam agar tidak menjadikan Pilkada DKI sebagai ajang konflik. Sebab proses Pilkada DKI sangat penting bagi kemajuan dan perbaikan DKI Jakarta di masa datang."Sebab kedua calon merupakan perwakilan umat Islam. Selain itu tantangan untuk memperbaiki dan memajukan DKI Jakarta di masa yang akan datang lebih berat," ungkap Noer.Hal yang sama disampaikan Ketua DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) DKI Jakarta, Tedy Suradmaji. Dia meminta warga DKI Jakarta tetap berkepala dingin dalam menghadapi Pilkada DKI."Perlu kepala dingin semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Sehingga semua masalah yang terjadi pada pilkada bisa diselesaikan dan tidak memudahkan bagi pihak tertentu yang ingin mengail di air keruh," ungkap Tedy.Kepada para cagub, LDII mengimbau agar mampu bersikap ksatria. Para cagub DKI harus bisa menerima apa pun hasil Pilkada DKI yang akan digelar pada 8 Agustus nanti."Mereka (cagub DKI) juga harus bisa mengendalikan massanya masing-masing. Kita (LDII) akan netral, pilihan terserah masing-masing pribadi baik warga LDII atau tidak," ungkap Tedy.Acara Tabligh Akbar memperingati HUT DKI Jakarta ini diikuti ribuan umat Islam. Mereka berasal dari berbagai organisasi seperti, MUI, LDII, Dewan Masjid Indonesia, NU DKI, dan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI).
(djo/sss)











































