Endometriosis Incar Gadis Muda

Endometriosis Incar Gadis Muda

- detikNews
Sabtu, 23 Jun 2007 07:00 WIB
Jakarta - Tren endometriosis semakin mengincar gadis-gadis usia muda. Jika dulu banyak menyerang perempuan di atas usia 35 tahun, sekarang gadis berumur 10 tahun juga bisa kena.Demikian disampaikan ahli Obstetri dan Ginekologi Prof Dr dr Teuku Zulkifli Jacoeb SpOG dalam konferensi pers pada pidato pengukuhan guru besarnya, di Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Jl Kimia, Jakarta Pusat, Jumat (22/6/2007).Apakah endometriosis itu? Endometriosis adalah penyakit di mana endometrium berada di luar tempat yang seharusnya, yakni dalam rongga rahim. Akibatnya, setiap kali haid, muncul rasa nyeri."Dulu itu penderita endometriosis wanita berusia lebih dari 35 tahun. Akhir-akhir ini ada anak perempuan berumur 10 tahun yang sudah menderita endometriosis," ujar Teuku Zulkifli Jacoeb.Gejala ini, menurut Jacoeb, sudah tampak sejak tahun 1986, 5 tahun setelah Jacoeb menyelesaikan pendidikan spesialisnya. Pengaruh pola komunikasilah biangnya. Kematangan otak anak-anak dirangsang secara visual, seperti menonton televisi utamanya sinetron."Nah, pengatur hormon dipercepat kerjanya. Ada sistem imun yang teganggu, tapi sistem hormonnya diganggu lebih awal. Anak perempuan sekarang 10 tahun sudah haid. Itu nggak normal, kecepatan," urai pria berambut perak ini.Kalau sudah seperti itu, menurut Jacoeb, ada darah haid yang balik ke rahim jadi sistem reproduksinya terganggu."Darah haid yang balik itu akan menempel di rahim, indung telur, dan itu bisa merusak selaput rongga perut (peritoneum), jadi bisa timbul endometriosis," jelas dokter yang upacara pengukuhan guru besarnya dilaksanakan hari Sabtu 23 Juni 2007 ini. Selain sistem hormon, utamanya hormon estrogen dan sistem imunitas, faktor genetik juga bisa merangsang penyakit ini. "Ibu yang menderita endometriosis, kemungkinan besar anaknya juga bisa terkena penyakit ini," tukasnya.Faktor lingkungan yang terpapar dengan polusi asap kendaraan, asap hasil pembakaran dan asap rokok juga turut mencetuskan penyakit ini. Juga paparan zat-zat kimia yang masuk ke dalam tubuh. (nwk/aba)



Berita Terkait