Ongkos PSB Meroket, Ade Naikkan Omzet Penjualan Ganja
Jumat, 22 Jun 2007 17:17 WIB
Jakarta -
Lantaran panik biaya Penerimaan Siswa Baru (PSB) terus merangkak, Ade Prasetyo (30) nekat menaikkan omzet penjualan narkoba jenis ganja. Dari biasanya hanya lintingan, ia meroketkan jadi 2 kg ganja kering. Namun bisnis Ade keburu terendus polisi. Pria itu digerebek saat bertransaksi di Jalan Muara Baru, Penjaringan, Kamis 21 Juni kemarin."Dari keterangan pelaku (jual ganja) untuk biaya PSB. Ia tidak punya uang kalau hanya jualan lintingan. Perlu tambahan," kata Kanit Narkoba Polsek Penjaringan Iptu Bambang TP di Mapolsek Penjaringan, Jl Pluit Raya, Jumat (22/6/2007).Dengan menjual 1 kg ganja, ia memperoleh keuntungan Rp 300.000. Jika menjual 2 kg ia mengantongi laba Rp 600.000. Ade mengaku, keuntungan itu akan dia gunakan untuk mendaftarkan anaknya memasuki salah satu SMA swasta di Pluit. Total yang diperlukan mencapai Rp 1.500.000."Ia pusing untuk biaya masuk sekolah anaknya. Jadinya dia naikkan jumlah penjualan," tambah Kanit. Awalnya, Ade memang merupakan target pengejaran polisi. Namun kala itudia hanya dikenal sebagai pengedar kecil-kecilan. Dia biasa mengedarkan dalam bentuk lintingan seharga Rp 30.000/linting. Ade dikenal sebagai pemasok ganja di Penjagalan, Muara Baru, Pasar Ikan dan Rawa Bebek. Semuanya berada di wilayah Penjaringan."Profesinya sebagai ABK kapal. Ia per leh dari sesama ABK, Bron. Ia masih kami buru. Ini ganja dari Aceh. Dia kami kenai pasal UU Psikotropika, hukuman minimal 4 tahun penjara," ucap Bambang.Ade saat ini meringkuk di tahanan Polda Metro Jaya.
(Ari/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































