Ahmadinejad Berharap Interpelasi Iran Tak Ditunggangi
Jumat, 22 Jun 2007 15:53 WIB
Jakarta -
Presiden Iran Ahmadinejad ternyata juga memantau perkembangan proses interpelasi DPR terhadap dukungan pemerintah RI atas resolusi DK PBB bagi kasus nuklir negaranya. Besar harapannya, apa sedang berlangsung di Tanah Air kini tidak sampai ditunggangi pihak mana pun untuk membuat renggang hubungan baik RI-Iran yang telah terjalin sejak lama. "Iran dan Indonesia memiliki hubungan tradisional yang kuat. Jangan sampai celah yang ada bisa memberi peluang pihak-pihak tertentu merenggangkan hubungan RI-Iran," papar Alwi Shihab, utusan khusus untuk Timur Tengah. Hal tersebut ia sampaikan usai menyampaikan surat dari Presiden Ahmadinejad pada Presiden Susilo B. Yudhoyono (SBY). Surat itu sendiri merupakan balasan atas surat SBY yang ia serahkan ke Ahmadinejad dua hari lalu di Iran. Menurut Alwi, dalam pertemuannya pada 19 Juni, Presiden Ahmadinejad menyatakan keyakinan bahwa keputusan pemerintah RI mendukung resolusi PBB didasarkan pada niat baik. Memang ada perbedaan pendapat, tapi hal itu tidak perlu dipermasalahkan. "Beliau sangat memahami antara teman - saudara istilahnya - bisa saja terjadi perbedaan. Tapi belaiu yakin posisi atau pandangan RI didasari oleh good faith," ujarnya.
(lh/nrl)










































