Sopiri Silver Bird, Sutiyoso Tancap Gas Mercy C-Class Sport

Sopiri Silver Bird, Sutiyoso Tancap Gas Mercy C-Class Sport

- detikNews
Jumat, 22 Jun 2007 15:21 WIB
Jakarta - Wuusshhh...! Sutiyoso tancap gas saat mengendarai Mercedes Benz seri C-Class Sport keluar dari kantornya. Raut wajah dan gayanya serius bak pembalap kawakan. Para penonton sempat tercengang melihatnya.Setelah melalui pintu keluar Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (22/6/2007), sejurus kemudian Sutiyoso membanting setir melalui pintu masuk Balaikota.Para penonton pun bersorak sorai, "Horreee..." seru mereka sambil bertepuk tangan, plok...plok...plok...Kemudian dengan mimik wajah masih serius, Sutiyoso turun dari Mercy bernomor plat B 1839 OU itu."Wah, argonya tadi nyala nggak Pak?" celetuk penonton disambut wajah cool Sutiyoso.Lho, apa hubungannya dengan argo? Yup! Sedan mewah warna hitam tersebut merupakan mobil terbaru armada taksi eksklusif silver bird di bawah naungan PT Blue Bird Group.Nah, mobil yang disopiri Sutiyoso itu merupakan bagian dari test drive dalam acara peresmian peluncuran armada baru silver bird. Sutiyoso didampingi Presdir Blue Bird Purnomo Prawiro yang duduk di bangku penumpang sebelah kemudi.Semula test drive direncanakan hanya di halaman Balaikota. Namun Sutiyoso sepertinya ketagihan hingga membawanya keluar kantor.Sopir Perempuan"Ini baju sopirnya dibagusin dong biar kelihatan bagus," kritik Sutiyoso ketika melihat baju safari abu-abu yang dikenakan sopir silver bird."Terus paling nggak, ada sopir perempuan, karena kalau perempuan lebih sabar dan taat peraturan. Di Taiwan sudah banyak yang begitu," usul Sutiyoso.Sedangkan Purnomo menuturkan, tahun ini secara bertahap ada 300 silver bird dengan mobil Mercy untuk meremajakan 650 Nissan Cedric. Setiap bulannya akan direalisasikan sebanyak 40 unit. Armada yang diremajakan yang umurnya sudah 5 tahun ke atas."Hari ini yang pertama kalinya diluncurkan di tempat eksekutif seperti hotel dan bandara," ujar Purnomo.Konsepnya silver bird masih sama, yakni dipesan melalui telepon, tidak bisa diberhentikan di tengah jalan. Argo pertama buka pintu alias flag fall Rp 6.000, selanjutnya Rp 3.200 per 1 km. (sss/ana)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait