1.231 Siswa SMP/MTs di Solo Tidak Lulus UN
Jumat, 22 Jun 2007 14:52 WIB
Solo - 1.231 dari 12.378 siswa tingkat SMP/MTs di Solo dinyatakan tidak lulus ujian nasional (UN). Dari 27 SMP/MTs negeri hanya lima SMP yang berhasil meluluskan seluruh siswanya. Sedangkan dari 45 SMP/MTs swasta, juga hanya lima buah yang meluluskan 100 persen siswa. Pengumunan kelulusan secara resmi akan dilakukan, Sabtu (23/6/20070 besok. Namun dari data yang dimiliki Dinas Dikpora Pemkot Surakarta, Jumat (22/6/2007), diketahui terdapat 1.231 siswa SMP/MTs di Solo yang tidak bisa lulus tahun ini.Untuk kategori SMP, terdapat 11.568 peserta dan 1.134 siswa di antaranya tidak lulus. Untuk MTs, terdapat 810 peserta dengan jumlah siswa tidak lulus 94 orang. Sedangkan peserta dari SMP Terbuka terdapat 9 siswa, 3 diantaranya tidak lulus"Prosentase kelulusan siswa SMP/MTs di Solo tahun ini mencapai 90,1%. Bagi yang belum lulus, ada kesempatan mengikuti UN Pendidikan Penyetaraan (UNPK) atau Kejar Paket B," papar Kasi Perencanaan Subdin Bina Program Dikpora Solo, Dian Rineta, Jumat (22/6/2007).Dian memaparkan juga bahwa dari 27 SMP/MTs negeri di Solo, yang meluluskan seluruh siswanya hanyalah SMPN 1 (320 siswa), SMPN 2 (322 siswa), SMPN 4 (380 siswa), SMPN 8 (271 siswa), dan SMPN 19 (226 siswa). Sedangkan dari 45 SMP/MTs swasta yang meluluskan seluruh siswa adalah SMP Al Irsyad (57 siswa), SMP Kristen Kalam Kudus (127 siswa), SMP Ta'mirul Islam (109 siswa), SMP YPAC (3 siswa), dan SMP IT Nur Hidayah (47 siswa).Pemkot Tanggung TunggakanKepala Dinas Dikpora Pemkot Surakarta, Amsori, memerintahkan pengelola SD hingga SMA tidak menahan pengumuman kelulusan, termasuk menahan rapor kenaikan kelas bagi siswa yang masih memiliki tunggakan baik SPP uang pembangunan."Sekolah negeri maupun swasta tidak diperbolehkan menahan pengumuman kelulusan ataupun rapor milik siswa yang belum melunasi biaya sekolah. Semua tunggakan siswa dari keluarga miskin akan ditanggung Pemkot. Lebih baik pihak sekolah segera menginventarisasi jumlah siswa yang belum melunasi biaya sekolah dan dilaporkan kepada kami," ujarnya.
(mbr/asy)











































