Pelajar se-Eropa Bertemu Pikirkan Indonesia Masa Depan

Laporan dari Den Haag

Pelajar se-Eropa Bertemu Pikirkan Indonesia Masa Depan

- detikNews
Jumat, 22 Jun 2007 14:29 WIB
Den Haag - Para pelajar Indonesia se-Eropa akan menggelar pertemuan di KBRI Den Haag mulai hari ini. Mereka risau masa depan tanah air tercinta.Kegiatan utama akan berlangsung pada 23-24/6/2007 dengan mengangkat tema "Indonesia Masa Depan (IMD): Peran Kaum Muda" dan akan dihadiri Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda, Inggris, Italia, Jerman, Perancis, Spanyol, Swiss, dan Norwegia.Para pakar dan tokoh nasional dihadirkan sebagai narasumber, mereka adalah: Gubernur Lemhanas Muladi, Menristek Koesmayanto Kadiman, Dubes RI untuk PBB Makarim Wibisono, profesor FISIP UI Eko Prajoso, aktifis gender Nurul Arifin dan Revrisond Baswir dari Pusat Studi Ekonomi Rakyat UGM. Untuk pendahuluan, pada Jumat malam ini (22/6/2007) akan diputar film "Nagabonar Jadi 2" di Aula Nusantara KBRI Den Haag, disusul dengan diskusi langsung bersama Deddy Mizwar. Risau IndonesiaPertemuan pelajar se-Eropa dari strata satu sampai tiga ini dilatarbelakangi kerisauan atas keadaan Indonesia saat ini. Para pelajar jenuh dengan berbagai gelombang keluhan serta protes tanpa orientasi solusi. Mereka dalam pertemuan dua hari itu akan mengompilasikan dan mengolaborasikan berbagai pemikiran solutif sesuai dengan bidang minat dan kompetensi masing-masing. "Hasil pertemuan dimaksudkan bukan sebagai sebuah akhir, melainkan awal dari proses diskusi yang berkesinambungan. Masukan terhadap hasil pertemuan dari siapa saja yang berorientasi solusi akan dibahas dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya," demikian siaran pers Tim Media IMD. Ditekankan bahwa pertemuan pelajar ini tidak akan menuntut siapapun baik institusi pemerintah maupun swasta, melainkan ingin mengejewantahkan semangat untuk menuntut diri masing-masing, untuk berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia masa depan yang lebih baik. Semangat ini diharapkan dimulai dari bidang dan area profesi yang beragam di mana para pelajar berkarya baik itu birokrasi, swasta, akademisi, media, ataupun masyarakat sipil secara simultan. Di samping itu, pertemuan multidisiplin seperti ini juga memiliki tujuan untuk melengkapi pemikiran sektoral dengan kolaborasi lintas-sektor, agar saling memahami kontribusi dan interdependensi sektor-sektor yang berbeda. (es/es)


Berita Terkait