Korban Kebakaran Mangga Besar Buru Keluarga Iroh
Jumat, 22 Jun 2007 14:04 WIB
Jakarta - Kebakaran Kamis 21 Juni 2007 tidak hanya menyisakan kepedihan pada 1.230 keluarga di Mangga Besar. Mereka juga marah dan mencari keluarga Iroh yang dipersalahkan atas kebakaran besar tersebut.Warga Mangga Besar mengetahui sumber api berasal dari rumah kontrakan Nyai Memet yang dihuni Ibu Iroh dan keluarganya. Mereka mendapat kabar, rice cooker yang sedang menyala di rumah triplek berlantai dua itu korslet.Kabarnya, saat terjadi korslet, Ibu Iroh dan suaminya sedang tidak ada di rumah kontrakannya. Mereka mempercayakan rumah tersebut pada keponakan Iroh, Lia. Gadis yang masih duduk di bangku SMP itu baru datang dari kampung dan sedang berlibur ke Jakarta.Nah sebelum kejadian, Lia diminta Iroh memasak nasi dengan rice cooker. Sementara rice cooker masih menyala, Lia pergi bermain. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba api sudah berkobar dari lantai dua rumah kontrakan tersebut."Yang ngontrak mempercayakan orang goblok. Sekarang yang enak siapa? Dia, kan? Tinggal kabur begitu saja. Yang susah kita. Saya nggak tahu seumpama mereka ada pas kebakaran," kata Faizal dengan nada tinggi saat bercerita pada detikcom di lokasi kebakaran, Jl Mangga Besar, Jakarta Barat, Jumat (22/6/2007).Menurut Faisal, sesungguhnya di antara warga sudah ada perjanjian tidak tertulis. Jangan memasak di lantai dua. Rumah padat dan terbuat dari triplek sangat riskan menimbulkan kebakaran. Makanya, mereka marah besar pada Iroh.Yang lebih menyebalkan warga, hingga saat ini Iroh dan suaminya tidak menampakkan diri. Sementara keponakan mereka, Lia, langsung menjalani pemeriksaan di Mapolsek Sawah Besar, Kamis malam.Rumah kontrakan yang dihuni Iroh saat ini telah dikelilingi police line. Tidak ada bangunan yang tersisa. Sementara warga lainnya menatap rumah masing-masing yang tinggal berbentuk puing.
(ana/umi)











































