Pembangunan Gedung
Rumah Retak Hingga Banjir
Jumat, 22 Jun 2007 13:08 WIB
Jakarta - Sudah dua tahun ini Ismail tidak bisa tidur nyenyak. Suara alat berat yang hilir mudik dan penanaman pasak beton membuatnya harus terjaga. Ismail tinggal di Kampung Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tak jauh dari tempat tinggalnya tengah dibangun Jakarta City Center (JaCC) yang tinggal menunggu polesan terakhir. Sejak proyek raksasa itu dibangun, warga kampung di sekitarnya mengeluhkan gangguan suara, rumah retak hingga banjir."Sekitar tahun 2004 lalu, rumah saya mulai retak-retak," ujar pria berperawakan kurus itu pada detikcom, Kamis (22/6/2007).Retak-retak itu muncul saat pemancangan paku beton proyek JaCC tahun 2004 lalu dimulai akibat getaran yang sangat kuat.Proyek itu juga menurunkan pendapatan pria yang membuka warung kecil di rumahnya itu. "Semenjak ada (proyek) itu sepi. (Omsetnya) Berkurang. Tadinya tempat itu rumah, terus digusur," keluhnya.Dahsyatnya getaran pemasangan paku bumi diakui oleh Subarno (54). Saking kerasnya, tangga kayu di rumahnya sampai copot dari temboknya."Sekarang jadi goyang-goyang," katanya.Sejak proyek JaCC dimulai banjir juga mulai menyapa rumahnya. Penyebabnya adalah gorong-gorong saluran air rusak akibat kendaraan berat yang lalu lalang.Soal kesulitan air diceritakan oleh Abdul Djalil (70). Di rumahnya yang sederhana, dia kini sulit mendapatkan air."Air waktu itu keluarnya kecil. Kalau sekarang sih lagi musim hujan. Terus sama kebanjiran, padahal sebelumnya tidak pernah," katanya.Kini proyek JaCC hampir rampung dan berfungsi sebagai pusat perbelanjaan dan apartemen. Tapi sisa-sisa pekerjaan proyeknya masih tampak di dinding-dinding rumah warga Kampung Kebon Melati yang retak.
(gah/nrl)











































