Empat Masjid 2 Abad Terselip di Hutan Beton Singapura
Jumat, 22 Jun 2007 11:20 WIB
Singapura -
Singapura merupakan negara supersibuk dengan berbagai kegiatan bisnis. Namun sisi spiritual Negeri Singa ini masih bisa dirasakan. Sejumlah tempat ibadah berdiri di sela-sela gedung tinggi mentereng. Termasuk masjid-masjid tertua di negeri itu.Di Negeri Merlion ini terdapat sekitar 68 masjid, empat di antaranya merupakan masjid tertua.Semua mesjid ini dibangun komunitas etnis Melayu yang jumlahnya mencapai 14 persen dari total penduduk Singapura dan warga keturunan Arab yang berimigrasi sejak abad ke-19, termasuk juga keturunan Bugis dari Indonesia.Seluruh masjid ini berada di bawah Lembaga Petakbir Masjid yang para pengurusnya dilantik oleh Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS), semacam MUI di Indonesia.Masjid yang tergolong tua adalah Masjid Sultan, Masjid Omar Kampung Malaka, Masjid Angullia dan Masjid Hajjah Fatimah. Selebihnya masjid yang dibangun sejak tahun 1950 hingga 1980-an.Di antara 4 masjid itu, yang paling tua di Singapura adalah Masjid Omar Kampung Malaka yang dibangun tahun 1820 oleh pedagang asal Arab bernama Syed Omar bin Ali Aljuneid.Masjid ini terletak di selatan sungai Singapura, tepatnya di 10 Keng CheowStreet. Raffles mendesain masjid ini bagi kelompok Melayu, Arab, peranakanJawa dan Indonesia.Masjid tertua kedua dan yang paling besar adalah Masjid Sultan yang terletak di Muscat Street, Kampong Glam. Masjid Sultan dibangun sejak tahun 1824 oleh Sultan Husain Shah dari Johor semasa Raffles mendirikan negara Singapura.detikcom yang menyempatkan diri mengunjungi masjid itu Rabu 20 Juni lalu melihat masjid ini sedikit menyerupai bangunan Taj Mahal di India, walau tidak besar dan tidak ada kolam seperti aslinya. Masjid ini dikelilingi gedung-gedung pencakar langit.Masjid Sultan memiliki lantai dua dan bisa menampung lebih lima ratus jamaah. Masjid ini juga dilengkapi ruang auditorium. Masjid tertua ketiga yaitu Masjid Hajjah Fatimah yang dibangun bangsawan dari Sulawesi pada 1845. Masjid ini dibangun di kawasan Kampung Jawa, tepatnya di 4001 Beach Road. Menurut keterangan sejumlah warga di sekitar mesjid tersebut, siar Islam tidak pernah redup walau Singapura kini sudah menjadi kawasan yang sangat sibuk.Sementara agak ke utara di belahan kota Singapura juga ada sebuah masjid yang terletak di kampung etnis India yang dinamakan Little India. Di sini berdiri Mesjid Angullia yang dibangun oleh muslim asal Bombay, India pada tahun 1890.Mesjid yang terletak di 265 Serangoon Road ini memang terletak di kawasanperdagangan dan pusat perbelanjaan. Sekadar diketahui Singapura yang memiliki luas kurang lebih sekitar 540 kilometer persegi ini dihuni berbagai etnis, seperti Tionghoa 77 persen, Melayu 14 persen, India 8 persen dan 1 persen etnis lainnya. Mayoritas etnis Melayu beragama Islam. Agama yang dianut masyarakat lainnya di Singapura adalah Buddha, Tao, Konfusius, Hindu, Kristen dan Sikh.
(zal/umi)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































