5 Kantor Desa Hangus Jelang Penetapan Hasil Pilkada Buleleng
Jumat, 22 Jun 2007 09:32 WIB
Buleleng - Aksi pembakaran mewarnai hari menjelang penetapan hasil Pilkada Buleleng, Bali oleh KPUD Buleleng. 5 Bangunan kantor kepala desa hangus tanpa ampun dilahap api pada dini hari.Peristiwa itu diketahui warga setempat pada waktu yang nyaris bersamaan. Warga menduga pembakaran terjadi sekitar pukul 01.00-02.00 Wita, Jumat (22/6/2007).Kelima bangunan itu adalah Kantor Kepala Desa Temukus dan Desa Dencarik di Kecamatan Banjar, kemudian Desa Mayong dan Desa Ringdikit di Kecamatan Seririt, serta Desa Wanagiri di Kecamatan Sukasada.Kondisi Kantor Kepala Desa Temukus mengalami kerusakan yang paling parah. Semua bangunan ludes dilahap si jago merah, hanya menyisakan puing di lokasi yang kini dipasangi garis polisi itu.Kesaksian warga Wanagiri menyebutkan, kobaran api dimulai sekitar pukul 01.00 Wita. "Saya dengar letupan. Langsung saya keluar," kata seorang warga, Wayan Sani.Tampak kobaran api melahap kantor kepala desa yang bersebelahan dengan rumahnya. Sontak Wayan berteriak memanggil warga yang lain. Namun tak tampak seorang pun yang patut diduga sebagai pelaku.Warga Desa Wanagiri menduga pelakunya tidak berasal dari desanya. "Di sini pilkada aman, tidak ada sengketa. Mungkin pelakunya orang dari luar," kata seorang warga, Nengah Putra.Hingga pukul 09.00 Wita, 100 personel Brimob dari Polda Bali tampak mengamankan Kantor KPUD Buleleng. Brimob menutup akses lalu lintas ke arah kantor yang terletak di Jl Ahmad Yani itu.Aksi pembakaran ini diduga kuat terkait dengan kekecewaan sejumlah pihak atas hasil Pilkada Buleleng.Putu Bagiada-Made Arga Pynatih jagoan PDIP unggul dari 3 calon lainnya. Pasangan Nyoman Sugawa Korry-Luh Kerthianing jagoan Partai Golkar tidak protes atas keunggulan pasangan incumbent tersebut.Sedangkan pasangan Made Westra-Ketut Englan jagoan PKPB dan PKB, serta pasangan Jro Nyoman Ray Yusha-Ni Putu Febri Antari jagoan partai gurem yang tergabung dalam Koalisi Bukit Sinunggal menyatakan penolakan. Kedua pasangan ini menduga banyak terjadi kecurangan dalam pilkada.
(fiq/sss)











































