KPK Ditantang Periksa Seluruh Capres&Cawapres Penerima Dana DKP
Jumat, 22 Jun 2007 06:06 WIB
Jakarta -
Amien Rais, Salahuddin Wahid (Gus Solah) dan Hasyim Muzadi, sudah memenuhi panggilan KPK untuk mengklarifikasi dana nonbujeter DKP yang diterimanya. KPK ditantang memeriksa seluruh capres dan cawapres yang mengikuti pilpres 2004. Tak terkecuali pasangan SBY-JK."Kalau ingin dicap berani, KPK tak boleh pandang bulu memeriksa seluruhcapres dan cawapres yang mengikuti pemilu 2004. KPK juga harus beranimemeriksa SBY/Kalla. Ini untuk klarifikasi," kata anggota DPR dari FBPD Muhammad Fauzi, dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (22/6/2007).Diakuinya, selama ini KPK memang terus membongkar kasus-kasus korupsi ditanah air. Namun dalam pandangannya, KPK dinilai masih tebang pilih. "Salahsatu buktinya, KPK sering didemo oleh berbagai kalangan terkait kinerjaKPK yang dinilai tebang pilih. Kesan seperti ini tak boleh dibiarkan," cetusnya.Khusus soal aliran dana DKP dari Rokhmin Dahuri, Fauzi salut karena KPKtelah berani memanggil cawapres pilihan PDIP, KH Hasyim Muzadi.Sebelumnya, KPK juga telah menerima laporan dari Capres PAN, Amien Rais."Namun seharusnya, pemeriksaan terus dilanjutkan ke seluruh capres dancawapres."Mungkin, lanjutnya, aliran dana tersebut tak langsung diterima oleh capresatau cawapres bersangkutan, Namun untuk mengklarifikasi soal aliran danaDKP, seluruh capres dan cawapres harus dihadirkan dan dimintai keterangan."Karena infomasi yang berkembang, dana DKP ada yang tak diterima langsungoleh tim sukses pasangan capres dan cawapres. Dana tersebut kabarnya adayang diterima oleh elemen-elemen yang mengaku berada di bawah naungan timsukses pasangan capres dan cawapres tertentu ketika itu," ungkap Fauzi.Sebelumnya, dalam kesaksian di persidangan di PN Tipikor Kamis 21 Juni kemarin mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhim Dahuri mengakui telah memberikan uang yang berasal dari dana nonbujeter DKP kepada 5 tim sukses capres pada pilpres 2004 lalu.Sementara staf bagian keuangan DKP, Didi Sadili bersaksi menyerahkan uang kepada tim sukses SBY sebesar Rp 300 juta, Mega center Rp 200 Juta, dan Amien Rais Rp 600 juta.Gus Solah yang menjadi capres Wiranto pun mengaku menerima Rp 200 juta.Sementara Agus Haz Putra Hamzah Haz diketahui sering meminta dana ke Rokhmin.
(bal/nal)










































