Urus TKI Ilegal, Menakertrans Terbang ke Arab Saudi

Urus TKI Ilegal, Menakertrans Terbang ke Arab Saudi

- detikNews
Kamis, 21 Jun 2007 19:20 WIB
Jakarta - Pemerintah Arab Saudi berencana menerapkan UU Tenaga Kerja yang baru dengan hukuman yang lebih ketat kepada para majikan dan pekerja ilegal. Khawatir terjadi deportasi besar-besaran terhadap TKI, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno akan bertolak ke Arab Saudi untuk menemui Menteri Tenaga Kerja Arab Saudi."Insya Allah saya akan berangkat besok," jelas Erman dalam jumpa pers di Gedung Depnakertrans, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (21/6/2007).Ditambahkan Erman, dalam UU Tenaga Kerja baru yang akan diterapkan pemerintah Arab Saudi, para majikan yang mempekerjakan tenaga kerja asing ilegal diancam hukuman yang lebih berat daripada sang tenaga kerja."Kita khawatir, majikan yang menggunakan TKI ilegal akan melaporkan pembantunya sehingga terjadi deportasi besar-besaran para tenaga kerja kita," ujar menteri asal PKB itu.Ketika dikonfirmasi angka 40 ribu TKI yang ada di Arab Saudi, Erman menepis jumlah tersebut. "Angkanya tidak sebanyak itu," sebut Erman tanpa menjelaskan berapa angka pastinya.Pemerintah Indonesia, lanjut dia, tidak bisa mengintervensi UU Tenaga Kerja yang akan diterapkan pemerintah Arab Saudi. Namun untuk mencegah terjadi pemulangan besar-besaran, Erman mengatakan Depnakertrans bekerja sama dengan Deplu akan mengajukan 3 opsi."Akan kita rundingkan dengan pemerintah Arab Saudi. Kita akan ajukan 3 opsi," ungkap Erman.Opsi pertama, bagi majikan dan TKI yang ingin melanjutkan kerjasama, Indonesia akan mengusulkan pemutihan terhadap status TKI ilegal.Opsi kedua, jika masih mau mempekerjakan TKI, namun TKI menolak, maka Depnakertrans akan membantu menyelesaikan masalah dengan mengurus hak-hak dari TKI tersebut.Opsi ketiga, jika majikan dan TKI sepakat memutuskan kerjasama, maka pemerintah Indonesia akan bertanggungjawab memulangkan TKi tersebut."Sukur-sukur pemerintah Arab Saudi mau sharing (dalam memulangkan para TKI)," harap Erman.Diakui dia, banyaknya TKI ilegal di Arab Saudi, karena pintu masuk yang longgar. "Banyak TKI yang menggunakan paspor untuk umroh," tandas Erman. (bal/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads