Keluarga Tersangka Terorisme Diminta Tutup Mulut
Kamis, 21 Jun 2007 18:29 WIB
Yogyakarta - Para keluarga yang diizinkan bertemu tersangka terorisme di Mako Brimob Baciro, Yogyakarta, diminta tutup mulut kepada wartawan. Sementara dua tersangka terorisme, Arif Syaifuddin dan Aris Widodo, yang dijenguk keluarganya, dikembalikan kembali ke Mako Brimob Sentolo. Mertua Arif Syaifuddin, Mohammad Rais, ditemui wartawan seusai menjenguk menantunya di lantai dua Mako Brimob Baciro, Kamis (21/6/2007) sekitar pukul 17.00 WIB. Rais mengaku dirinya tidak boleh berbicara kepada wartawan terlalu banyak. "Maaf, saya tidak boleh bicara banyak dengan wartawan," kata Rais saat ditanya apakah menantunya mengalami luka atau tidak. Saat ditanya wartawan, siapa yang memintanya untuk tutup mulut, Rais menjawab, "Polisi yang ada di ruangan atas". Saat ditanya mengenai kondisi Arif Syaifuddin, Rais pun hanya menyatakan singkat, bahwa menantunya itu dalam kondisi baik-baik saja. Setelah turun dari lantai dua Mako Brimob, Mohammad Rais dan keluarganya juga dikuntit oleh aparat polisi berpakaian preman. Kedua polisi mengantar mereka hingga naik mobil. Sementara itu, setelah keluarganya pulang, Arif Syaifuddin dan Aris Widodo digelandang turun dari lantai dua. Lantas, keduanya dimasukkan ke dalam mobil Mitsubishi Kuda dan meninggalkan Mako Brimob Baciro. Kedua tersangka terorisme kawanan Abu Dujana ini dibawa kembali ke Mako Brimob Sentolo.
(asy/nrl)











































