21% Ghost Voters Masuk Daftar Pemilih Pilkada DKI
Kamis, 21 Jun 2007 15:40 WIB
Jakarta -
Hasil survei Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) menunjukkan 77,8 persen warga DKI Jakarta terdaftar sebagai pemilih dan 22,2 persen tidak terdaftar. LP3ES juga menemukan adanya ghost voters sebesar 21 persen.Survei ini disampaikan Kepala Divisi Penelitian LP3ES Agung Prihatna dalam jumpa pers di Hotel Sari Pan Pacific di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (21/6/2007).Survei dilakukan di 267 kelurahan di DKI Jakarta pada 13 sampai 17 Juni 2007 dengan menggunakan 2 metode survei.Metode pertama adalah people to list (P2L) yaitu responden ditanya secara langsung sudah terdaftar atau belum sebagai pemilih dan dicek ke daftar pemilih sementara (DPS) secara acek. Tiap kelurahan dipilih 8 responden secara acak. Survei ini melibatkan 2.038 responden.Berdasarkan metode P2L ditemukan 77,8% warga DKI Jakarta yang memiliki hak pilih terdaftar sebagai pemilih. Sedangkan 22,2% warga DKI Jakarta tidak terdaftar sebagai pemilih.Pemilih terdaftar terbesar ada di Jakarta Timur (82%), Jakarta Selatan (74,7%), Jakarta Pusat (77,6%), Jakarta Barat (74,9%), dan Jakarta Utara plus Kepulauan Seribu (79,9%).Sedangkan ketika menggunakan metode list to people (L2P) yaitu mengecek daftar pemilih sementara (DPS) ke responden secara langsung. Respondennya ada 2.019 orang. Tiap kelurahan dipilih 8 responden secara acak.Audit ini juga menemukan 21% ghost voters nama yang seharusnya tidak terdapat dalam DPS tetapi masih terdapat dalam daftar dan 27% nama pemilih yang tidak ditemui di lapangan dan sisanya 52 persen berhasil ditemui."Ghost voters itu orang yang namanya ada tetapi sudah pindah ke luar Jakarta. Namanya tidak dikenal, alamatnya tidak dikenal, nama yang bersangkutan sudah meninggal dan tidak punya hak pilih," terang Agung.Dalam kesempatan itu, anggota KPUD DKI Jakarta Muflizar mengatakan masih merekapitulasi daftar pemilih sementara untuk menjadi daftar pemilih tetap."Jumlahnya kemungkinan 6 juta lebih. Jika demikian pastinya 80 persen lebih warga DKI Jakarta yang berjumlah 9 juta telah terdaftar," kata Muflizar.
(aan/nrl)










































