Dada Saya Ditodong Pistol Polisi

Faruk, Anak Tersangka Teroris:

Dada Saya Ditodong Pistol Polisi

- detikNews
Kamis, 21 Jun 2007 13:14 WIB
Jakarta - Putra pertama tersangka teroris Munajib Suryatno, Muhammad Jamaludin Alfaruk, mengaku dua kali mengalami intimidasi polisi. Bocah 12 tahun itu mengalami dua kejadian tersebut setelah ayahnya tewas ditembak di Sleman, DIY, 23 Maret 2007 lalu.Pengalaman diintimidasi oleh dua orang yang dia duga sebagai polisi itu terjadi tidak jauh dari pondok Pesantren Al Husna tempat dia belajar di Temanggung, Jawa Tengah. Intimidasi yang dialaminya sungguh tak memandang umur: Faruk ditodong pistol!Hal itu diungkapkan Faruk ketika bersama ibunya, Dwi Anidayanti, dan adiknya, Aisyah Azhari Annajibi (2), mengadukan perihal intimidasi itu ke Komisi III DPR, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/6/2007).Berikut percakapan wartawan dengan Faruk:Sudah pernah merasa diintimidasi?Ya, saya dua kali (mengalami).Pada bulan apa?Bulan April 2007. Setelah ayah saya ditembak.Yang mengancam siapa?Polisi.Kok tahu?Dia mengaku sendiri kalau polisi. Dia pakai sepatu tinggi dan baju hitam-hitam.Ancamannya bagaimana?Waktu itu habis pulang sekolah, saya dipanggil orang di balik bata (dinding pondok pesantren--red). Di mana?Temanggung. Saya ditanya, apakah pondok (pesantren) tempatmu itu sarang anak teroris? Saya jawab nggak tahu. Karena jawab nggak tahu, saya dipukul.Bagian yang mana dipukul?Pipi kanan, pipi kiri dan dada. Hari kedua saya disekap, diseret ke semak-semak. Dipukuli juga.Pondoknya Faruk di mana?Saya mondok di Pesantren Al Husna, Temanggung.Kiainya siapa?Kiai Zamakhsari Adnan.Saat diseret, diapakan Faruk?Dada saya ditodong pakai pistol. Dia bilang, kalau kamu bilang pada orang lain, peluru yang ada di sini akan ada di dadamu.Takut nggak?Ya, takut.Dendam nggak?Dendam sih nggak, karena saya yakin Allah itu tidak tidur. Tapi peristiwa ini tidak pernah akan saya lupakan.Terakhir diintimidasi kapan?Saat habis ujian akhir semester (UAS) dan Ebtanas. Saya juga ditanya sama seseorang, tapi lebih lembut.Pertanyaannya apa?Apakah kamu kenal Abu Dujana. Saya bilang nggak (kenal). (aba/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads