Munawir Ambil Baret Yogi, Lalu Terdengar Teriakan

Munawir Ambil Baret Yogi, Lalu Terdengar Teriakan

- detikNews
Kamis, 21 Jun 2007 12:29 WIB
Bandung - Praja IPDN tingkat III Yogi Riyad Yudhistira (21) terancam buta lantaran mendapat kekerasan dari pengasuhnya di IPDN. Bagaimana kronologi peristiwa itu?Pengasuh IPDN yang melakukan pemukulan pada Yogi, Munawir, menuturkan kronologi peristiwa itu dalam keterangan pers di di RS Cicendo, Jl Cicendo, Bandung, Kamis (21/6/2007)."Pada Jumat 15 Juni pukul 22.00 WIB, saya jaga di Pos I. Lalu saya pindah jaga ke Pos Manggala. Lalu pukul 04.45 WIB ada nindya praja yang datang melapor mau jaga," tutur Munawir.Praja yang dimaksud adalah Yogi. Melihat Yogi baru datang melapor, dia pun melontarkan sejumlah pertanyaan. Inilah penuturan kronologi peristiwa versi Munawir."Jam berapa kamu jaga?" tanya Munawir."Pukul 03.00-04.00 WIB, Pak," jawab Yogi.Munawir kemudian meneruskan pekerjaan melapor kepada koordinator jaga tentang situasi penjagaan di lingkungan IPDN. Setelah selesai melapor, Yogi masih berada di depan pintu pos jaga dengan posisi siap."Kenapa baru melapor sekarang?" tanya Munawir lagi."Saya ketiduran, Pak."Munawir lantas mengambil topi baret yang dipakai Yogi, sambil berujar, "Ya sudah kamu kembali ke barak."Tiba-tiba.... "Aduh...aduh Pak, mata saya sakit. Saya tidak bisa melihat," teriak Yogi sambil memegang mata dengan telapak tangannya.Menawir pun memberikan sapu tangannya kepada Yogi. Setelah itu, dia lantas melapor ke koordinator jaga, bahwa ada praja yang cidera.Tidak lama, pengasuh lain bernama Anwar Rosad datang dengan mengendarai motor. Lalu Munawir memapah Yogi menuju motor untuk dibawa ke klinik sakit asrama (KSA). Namun dia tidak menyertai Yogi ke KSA, melainkan melaporkan kembali peristiwa itu ke koordinator jaga."Lalu saya menyusul ke KSA. Saya diterima dokter jaga Eri," beber Munawir. (nvt/ana)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads