PDIP Tidak Pro Wong Cilik Jika Cabut Interpelasi Lumpur
Kamis, 21 Jun 2007 11:41 WIB
Jakarta - Partai Wong Cilik! Jargon itu melekat pada partai berlambang banteng moncong putih. Namun semboyan itu akan luntur jika PDIP menarik dukungan dari interpelasi lumpur Lapindo."Kita berharap itu tidak terjadi. Kalau sampai menarik dukungan, PDIP tidak lagi pro wong cilik," kata Ario Widjanarko, salah seorang inisiator interpelasi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/6/2007).Politisi PKB ini mengaku akan terus menggolkan interpelasi lumpur Lapindo. "Kita akan jalan terus karena ini menyangkut nasib puluhan ribu warga Jawa Timur. Kejadian ini mengganggu perekonomian, khususnya di Sidoarjo," ujarnya.Setali tiga uang, Ade Daud Nasution dari FPBR mengatakan hal yang sama. "Kalau PDIP benar-benar menarik dukungan, berarti PDIP tidak lagi partai wong cilik. Itu hanya jargon saja, sebab interpelasi bukan politis, tetapi kemanusiaan," ujarnya."Kenapa pemerintah tidak menyelesaikan, apa takut sama Bakrie? Saya yakin kalau pemerintah serius, bisa diselesaikan," lanjutnya.Anggota FPDIP Jacobus Mayongpadang mengatakan rapat DPP PDIP memutuskan tidak mendukung interpelasi itu karena lumpur Lapindo dinilai sebagai bencana alam. Namun FPDIP belum tahu. Penarikan dukungan itu dibantah Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo dan Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno.
(aan/sss)











































