Korbankan Susu Anak Demi Rokok
Rabu, 20 Jun 2007 17:56 WIB
Jakarta - Sungguh ironis, kebiasaan merokok bisa mengalahkan kebutuhan susu anak. Padahal susu lebih penting untuk kecerdasan dibanding rokok yang mematikan.Kebiasaan menghisap nikotin ini pernah menjadi bahan penelitan Unicef pada tahun 1998 di Jawa barat.Hasilnya, jika seorang bapak membelikan uang rokoknya sehari untuk keluarganya, maka dapat dibeli satu liter susu atau 3,5 butir telur."Ini sungguh ironis sekali," kata Guru Besar Pagan dan Gizi IPB Prof Ali Khomsan.Hal ini disampaikan dia dalam diskusi "Minum Susu Setiap hari perisai kita" dalam rangka Hari Susu Sedunia yang jatuh pada 1 Juni di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (20/6/2007).Kebiasaan minum susu penduduk Indonesia, lanjut Khomsan, berhenti pada umur lima tahun. Ini disebabkan harus bergantian dengan adiknya."Ini adalah dampak kemiskian," ungkapnya.Menurut data, Jakarta masih menjadi kota yang penduduknya rajin mengkonsumsi susu dengan 22,3 kg per kapita atau per orang per tahun, diikuti Jawa Barat 7 kg per kapita per tahun.Di urutan ketiga terdapat Jawa Timur dengan 5 kg per kapita per tahun, Jawa Tengah 3,6 kg per kapita per tahun dan di urutan paling buncit Yogyakarta dengan 1,7 kg per kapita per tahun.
(nal/sss)











































