Becak Bertarif Mulai Rp 145 Ribu

Catatan dari Singapura

Becak Bertarif Mulai Rp 145 Ribu

- detikNews
Rabu, 20 Jun 2007 15:09 WIB
Becak Bertarif Mulai Rp 145 Ribu
Singapura - Jakarta sejak akhir dasawarsa 1980-an telah 'mengharamkan' becak masuk wilayahnya, tapi tidak dengan Singapura. Di negara metropolis yang tidak pernah mati ini, becak masih bisa ditemui di beberapa lokasi.Mereka bersanding akrab dengan mobil-mobil mahal mengkilat keluaran muktahir yang hilir mudik di jalan-jalan Singapura.Memang di Negeri Merlion ini, jumlah mereka tidak terlalu banyak. Kalau di Jakarta dulu, jumlah tukang becak di satu lokasi bisa berderet panjang, di sinitidak. Paling-paling di satu lokasi jumlah mereka antara 5-6 orang.Tentu saja becak di Singapura tidak dijadikan sarana utama trasportasi. Di Singapura, becak hanya untuk alat transportasi wisata saja.Di negeri ini, becak masih dioperasikan secara tradisional, alias digenjot. Kalau di Indonesia, becak pada umumnya dikayuh dari belakang, di sini abangbecak duduk sejajar dengan penumpangnya. Di Singapura becak dikenal dengan sebutan trishaw.Becak muncul pertama kali di Singapura pada tahun 1940 dan kini memperkuat kebudayaan di negeri ini. Setiap perjalanan wisata dengan becak berlangsung selama kira-kira 30-45 menit. Harga untuk perjalanan standar berkisar SGD 25 per orang atau sekitar Rp 145 ribu.Salah satu tempat mangkal favorit abang becak Singapura adalah lokasi wisata malam Boat Quay. Di bibir tangga, mereka siap menyambut wisatawan yangkelelahan setelah berjalan kaki menyusuri pinggir sungai yang pemandangannya menawan itu. Becak juga banyak dijumpai di kawasan Chinatown dan Little India.Abang becak yang rata-rata usianya sudah di atas 50 tahun itu tidak menawarkan diri secara atraktif. Malah ketimbang menawarkan jasanya, mereka lebih senang mengobrol. Tidak sedikit wisatawan yang dibiarkan melenggang di hadapan mereka.Paling-paling kalau tersadar mereka hanya melambaikan tangan sambil berkata sambil lalu, "Come on, start from 25 dolar." Mereka hanya tertawa jika tidak ada yang menanggapi dan kembali bercengkrama dengan teman-temannya."Tukang becak ini siap mengantar kita keliling ke mana pun kita mau. Tengah malam juga bisa," kata Deni, wisatawan Indonesia yang sudah akrab dengan NegeriSinga.Dibandingkan MRT atau bus, tarif becak memang lebih mahal. Namun tentunya sebanding dengan yang kita dapat. Sebab kita bisa menikmati kota di negeri yangterkenal kebersihannya dan teratur itu tanpa takut kena polusi.Namun wisatawan sebetulnya disarankan tidak memanggil becak langsung dari jalan. Jika sudah ngebet, pastikan Anda sudah sepakat dengan harganya sebelum naik. Ayo....genjot Mang! (umi/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads