Warga Natuna Diminta Tak Khawatirkan Meriam RI-Singapura
Rabu, 20 Jun 2007 14:47 WIB
Jakarta -
Tembakan meriam dari kapal dan peluncuran rudal bisa dilakukan RI-Singapura saat latihan militer di area Bravo. Warga Natuna, Kepulauan Riau pun khawatir dan menolak daerahnya dipakai sebagai tempat latihan militer.Berdasarkan defence cooperation agreement RI-Singapura, ada dua military training area (MTA). MTA I meliputi sekitar Pangkal Pinang, MTA II di sekitar Natuna dan Natuna Selatan.Menanggapi penolakan warga Natuna, Juwono meminta masyarakat tidak khawatir."Kita sudah hitung semua. Mulai dari dampak lingkungan sampai nafkah nelayan. Area Bravo itu jauh sekali," kata Menhan Juwono Sudarsono di sela-sela peresmian Gedung Arca di Museum Nasional, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (20/6/2007).Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dephub, Kementerian LH, dan Departemen ESDM. Pemerintah akan memperhatikan penolakan masyarakat dan akan menjelaskan melalui pemda terkait."Itu perjanjian tingkat nasional. Jadi nanti kita jelaskan ke gubernur Riau, Kepulauan Riau, dan semua pihak yang merasa terganggu," kata Juwono.Dia mengingatkan ada 3 implementing arrangement (IA) sebagai turunan dari kerjasama pertahanan RI-Singapura. Hanya IA di daerah Bravo saja yang belum disepakati RI-Singapura."Koordinat, frekuensi latihan, penembakan meriam dari kapal, peluncuran rudal, itu kita harus atur," ujar Juwono.
(sss/ana)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































