Catatan dari Singapura
Welcome to Tanah Indonesia
Rabu, 20 Jun 2007 14:34 WIB
Singapura - Tidak terhitung berapa juta kubik pasir Indonesia yang digali untuk kepentingan reklamasi di Singapura. Warga Singapura pun cukup sadar diri. Jadi jangan aneh kalau kita disambut kata-kata "Selamat datang di tanah Indonesia" di negeri Singa itu.Memang miris kedengarannya. Tapi memang begitu kenyataannya. Sepanjang jalan menuju Orchard Road, pemandu kami, Zaenab, menunjukkan sejumlah wilayah yang merupakan hasil reklamasi."Ini pasirnya dari Indonesia. Jadi kalau injak ya seperti di Indonesia saja, karena ini kan tanah Indonesia," kata wanita keturunan Afrika-Surabaya itu.Luasnya wilayah yang ditunjukkan Zaenab cukup mencengangkan. Di atas pasir dari tanah air itu, berdiri bangunan dan lahan seluas ratusan hektar. Proyek itu nampaknya akan terus berjalan jika melihat area-area yang sudah ditandai pemerintah Singapura saat kita melongok dari jendela pesawat."Kita juga punya pulau yang indah, Pulau Sentosa, di sana tidak hanya dibangun tempat hiburan tapi juga akan dibangun perjudian besar," kata Zaenab dengan bangganya.Sebagian besar orang Singapura, imbuh Zaenab, tidak hanya terkenal ulet berbisnis, tapi juga gemar berjudi. "Makanya dari pada mereka lari ke Genting Island, pemerintah akan membangun pusat perjudian terbesar di Asia di Pulau Sentosa. "Biar mereka melarutkan uangnya di sana," kata dia. Untuk proyeknya itu, Singapura perlu memperluas wilayah Pulau Sentosa. Makin hari luas pulau ini makin bertambah. Bukan rahasia kalau reklamasi Pulau Sentosa menggunakan pasir yang diimpor dari Kepulauan Riau. Indahnya Pulau Sentosa bagi Zaenab bisa jadi merananya Pulau Nipah anak negeri. Pengedukan pasir besar-besaran di Pulau Nipah membuat pulau itu kininyaris tenggelam. Namun perluasan wilayah di pulau itu kini tersendat sejak adanya larangan impor pasir dari Indonesia. Larangan itu tertuang dalam Peraturan MenteriPerdagangan No 02/M-DAG/PER/1/2007.Pemerintah Singapura yang dipimpin PM Lee Hsien Loong sempat protes, karena larangan impor pasir ini akan mempengaruhi beberapa proyek infrastruktur danreklamasi di Singapura seperti Marina Bay Sands yang dikerjakan oleh Las Vegas Sands Corp dan Resorts World.Jika proyek itu berlanjut, entah berapa banyak lagi 'tanah beta' akan berpindah tempat.
(umi/nrl)











































