Pendemo Nurmahmudi Rebutan Ban dengan Polisi

Pendemo Nurmahmudi Rebutan Ban dengan Polisi

- detikNews
Rabu, 20 Jun 2007 13:47 WIB
Depok - Nurmahmudi Ismail boleh ngacir. Namun gerakan menuntut dirinya turun dari jabatan Walikota Depok terus berlanjut. Hati para pendemo 'panas' meski udara dingin. Aparat yang berjaga-jaga pun ngeper. Apalagi saat terjadi perebutan ban.Setelah ditinggalkan Nurmahmudi, para pendemo malah semakin banyak. Tercatat 500-an orang berkumpul di halaman kantor Walikota Depok, Jl Margonda Raya, Rabu (20/6/2007). Mereka bernyanyi-nyanyi, meneriakkan yel-yel menuntut bekas Presiden PKS itu mundur.Namun karena orang yang dituju sudah pergi meninggalkan kantor walikota, para pendemo bertambah kesal. Cacian untuk Nurmahmudi tumpah dari mulut mereka.Sejam mendengarkan orasi, akhirnya massa mengeluarkan jurus pamungkas dalam berdemo. Membakar ban. Di tengah-tengah orasi, 3 ban mobil dikeluarkan. Namun dua polisi yang berjaga-jaga langsung merampas ban dan membawanya.Massa yang sedang kesal makin emosi. Mereka meminta ban itu dikembalikan. "Kalau kita tidak boleh bakar ban, kita akan menduduki walikota ini," ancam seorang orator melalui toanya.Dengan cuek, mereka mengambil kembali ban yang dirampas polisi, kemudian membakarnya. Polisi hanya bisa terdiam diancam sedemikian rupa. Sedangkan pendemo bersorak-sorak senang melihat ban dibakar dan api membesar. Horeee!!!Sementara 50 aparat kepolisian yang mengamankan aksi tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya mengawasi saja dari jauh.Puas membakar ban, akhirnya pendemo melakukan longmarch sepanjang Jl Margonda Raya dengan berjalan kaki. Usai itu, mereka membubarkan diri pukul 13.30 WIB. (ana/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads