Korban Mutasi di Lahan Basah Picu Aksi Lengserkan Nurmahmudi
Rabu, 20 Jun 2007 10:08 WIB
Depok -
Rencana aksi 17 ribu orang menuntut mundur Walikota Depok Nurmahmudi Ismail ditengarai akibat mutasi seminggu lalu. Mutasi itu merontokkan sejumlah jabatan penting dan basah, seperti Dinas Perindustrian, Dinas PU, dan Dinas DLLAJ."Awalnya hanya mutasi pejabat, lalu meluas ke kinerja pemkot, dan akhirnya tuntutan mundur. Padahal mutasi itu hal biasa dalam pemerintahan," ungkap anggota Komisi A DPRD Depok dari FPKS Qurtifa Wijaya kepada detikcom, Rabu (20/6/2007).Menurutnya, para pejabat yang tidak rela jabatannya berakhir atau bergeser, kemudian membuat move untuk mendiskreditkan kinerja Nurmahmudi. Ujung-ujungnya, menurut Qurtifa, mereka mengumpulkan orang untuk menuntut Nurmahmudi mundur."Ya sangat disayangkan saja. Mutasi kan menimpa 200 pejabat di lingkungan pemkot. Lagian prosedurnya kan sudah melewati Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat)," ujar pria kelahiran Yogyakarta 36 tahun lalu itu.Mutasi yang dilakukan Nurmahmudi yang mantan Presiden PKS ini dilandaskan pada reformasi birokrasi yang tengah digalakkan. Sehingga ia menepis anggapan bila mutasi sebagai pembersihan orang-orang yang tidak loyal terhadap walikota."Loyal nggaknya kan ke program, bukan person. Ini paradigma keliru. Nggak bener juga mutasi untuk menaruh kader PKS di birokrasi. Partai kan nggak boleh masuk ke situ," kelit Qurtafi.
(Ari/sss)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































