SBY Datangi Interpelasi Iran, Tunjukkan Kepemimpinan Kuat

SBY Datangi Interpelasi Iran, Tunjukkan Kepemimpinan Kuat

- detikNews
Rabu, 20 Jun 2007 06:56 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diharapkan tetap datang dalam sidang DPR tentang interpelasi Iran. Kedatangan SBY tidak lain untuk membuka komunikasi politik yang terhambat antara DPR dan Istana. Selain itu, kedatangan SBY itu tidak akan menurunkan citra SBY, justru memperkuat SBY sebagai pemimpin yang tegas.Pandangan itu dilontarkan oleh Direktur Eksekutif The Leads Institute Universitas Paramadina Bima Arya Sugiarto dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (20/6/2007)."Sayangnya, SBY kan hanya melihat dari sisi legal formal saja. Ia memang benar kalau untuk itu. Tapi itu justru tidak baik dalam komunikasi dengan DPR. Akan membuka ruang konflik terus-menerus. Datanglah. Itu akan menunjukkan dirinya memang kuat," kata Bima.Dengan menggantungnya nterpelasi Iran di DPR, menurutnya, justru mendorong persoalan keluar dari permasalahan utama. Perseteruan DPR-SBY telah mengarah ke adu gengsi daripada komunikasi yang baik antara sesama lembaga negara."Kedua-duanya sudah ngotot, tak lagi pada isu utama. Cuma adu gengsi. Tapi bagi SBY, kalau yang kedua datang padahal sebelumnya tidak datang, dilematis juga. Entar dikira tidak konsisten. Jadi ini makin rumit. Ya harus ada yang mengalah," tambah pria yang juga menjadi staf pengajar Hubungan Internasional tersebut.Interpelasi Iran mencuat setelah Indonesia memberikan dukungan kepada PBB untuk mengeluarkan resolusi sanksi ke Iran soal nuklir. DPR gerah dan sempat memanggil SBY dalam kerangka hak tanya, namun SBY mengirimkan 7 menterinya. (Ari/Ari)


Berita Terkait