Diplomasi Topeng Bali di Musée du Masque

Laporan dari Brussel

Diplomasi Topeng Bali di Musée du Masque

- detikNews
Selasa, 19 Jun 2007 20:17 WIB
Diplomasi Topeng Bali di Musée du Masque
Den Haag-Brussel - Pameran topeng itu menyedot perhatian publik di Musée du Masque, Binche, Belgia. Ini adalah museum yang beken dalam kisah komik si Tintin. Pameran topeng berskala dunia itu digelar dari 17/6/2007 hingga 22/4/2008 mendatang, menampilkan topeng-topeng wajah dari Eropa, Amerika, Afrika dan Asia. Judul yang dikibarkan kali ini adalah Face a Face, le Masque Dans la Bande Dessinee.Indonesia melalui KBRI Brussel menampilkan topeng Rangda dari Bali sebagai ikon utama, didampingi topeng Cirebon."Diplomasi melalui pameran topeng, yang menampilkan cita rasa kental keindonesiaan, ini menjadi jembatan dialog budaya untuk terus merebut hati publik Belgia di kota seni Binche ini," demikian sambutan Dubes RI untuk Kerajaan Belgia, Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa Najib Riphat Kesoema, seperti diceritakan fungsi Pensosbud LPE Priatna kepada detikcom melalui kontak telepon hari ini (19/6/2007).Najib, yang mengenakan batik warna indigo, didampingi Direktur Musée du Masque (Museum Topeng) Christel Deliege, dan Walikota Binche, Laurent Devin."Melalui idiom topeng tersebut, dibangun komunikasi efektif untuk kerjasama di bidang lain, terutama pariwisata, perdagangan dan investasi," tambah Najib.Dalam sesi pembukaan tersebut topeng-topeng dari Indonesia telah dimainkan di hadapan publik dalam bentuk tari, yang digelar di pelataran Musée du Masque. Publik memberi sambutan luar biasa kepada penari Parwati dan Made Wardhana, dua orang staf KBRI Brussel di balik topeng-topeng itu.PopularitasPriatna menceritakan bahwa berkat diplomasi topeng nama Indonesia sejak lama cukup populer di Binche. Warga kota seni dan wisata di Belgia itu telah lama mengenal topeng wajah Arjuna dari wayang golek maupun topeng Ganesha tua yang amat langka. "Sebaliknya Indonesia telah memperkaya khasanah koleksi Museum Topeng tersebut. Kota ini juga telah turut mengumandangkan Indonesia ke publik luas dan mendorong mereka berkunjung ke Indonesia, terutama Bali. Mereka kali ini juga memberikan sambutan hangat," ujar Priatna.Ditambahkan bahwa selain topeng-topeng dari Indonesia yang menyedot perhatian, ikut berpameran juga Willy Vanderstein dan Bob de Moor, penulis dan karikaturis komik beken "Barelli A Nusa Penida".Selain pameran di museum, kota Binche juga memiliki acara tahunan yang unik, berupa karnaval topeng pada setiap akhir bulan Februari. Puluhan jenis topeng wajah-wajah yang menggambarkan mitos, legenda, dan sejarah masa lalu masyarakat Binche bergerak keliling menuju balaikota. Ribuan orang menyaksikan arak-arakan ini sambil melemparkan buah jeruk, yang menjadi simbol kemakmuran kota tua itu. Tradisi tersebut telah mendapatkan penghargaan UNESCO Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage Humanity pada tahun 2003. "Ikatan khusus kota tersebut dengan Indonesia terasa memberikan momentum yang sangat prestisius," demikian Priatna. (es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads