PDIP: SBY Tak Perlu Takut Hadiri Interpelasi Iran
Selasa, 19 Jun 2007 09:29 WIB
Jakarta - Sikap Presiden SBY yang ngotot tidak mau menghadiri rapat paripurna disayangkan sejumlah fraksi di DPR. SBY dinilai ketakutan menghadapi gempuran anggota dewan."SBY tampaknya ketakutan. Padahal kita kan hanya meinta penjelasan tentang kebijakan politik luar negerinya. Jadi sebaiknya tidak perlu takut," kata Ketua FPDIP DPR Tjahjo Kumolo kepada detikcom, Selasa (19/6/2007).Tjahjo menilai SBY terlalu kaku dengan berpegang pada tatib DPR dalam menyikapi interpelasi Iran."Kalau presiden tetap berpegang tatib silakan saja, DPR tidak bisa melakukan pemaksaan. Tetapi semua fraksi berharap presiden hadir dan ini didukung Ketua DPR. Seharusnya ini dilihat sebagai masalah serius oleh Presiden. Jangan terlalu kaku dan birokratis hanya berpegang pada tatib," ujarnya.Ketika ditanya apakah FPDIP akan walk out (WO) jika SBY kembali mewakilkan pada anak buahnya, Tjahjo belum dapat menjawabnya."Kita lihat nanti siapa yang akan mewakilkan. Kita tetap berharap dia hadir," kata Tjahjo.Menurut dia, paripurna DPR hanya ingin presiden hadir sebagai pengambil keputusan yang strategis dan menyangkut kedaulatan sejumlah negara."Sebab menlu dalam rapat dengan Komisi I dinilai gagal memberikan penjelasan," cetusnya.
(aan/nrl)











































