Istri Abdul Malik Sempat Pingsan

Jatuhnya Nomad 20 Tahun Lalu

Istri Abdul Malik Sempat Pingsan

- detikNews
Selasa, 19 Jun 2007 09:04 WIB
Jakarta - Mendengar berita bahwa pesawat Nomad N22S berlambung 817 jatuh di perairan Mapur, Kepulauan Riau (Kepri), para anggota keluarga Laksamana Muda Abdul Malik Yusuf langsung shock berat. Istri Abdul Malik pingsan berkali-kali. Mereka menduga pesawat yang jatuh itu dipiloti Abdul Malik. Peristiwa naas itu terjadi di bulan Ramadan (bulan puasa) di tahun 1987. Saat itu, pesawat yang dikemudikan Mayor (Laut) Suwelo Wibisono jatuh saat mendekati kapal perang Singapura. Suwelo tewas dan jenazahnya tidak ditemukan saat itu. "Keluarga menduga saya yang membawa pesawat yang jatuh itu. Bahkan, istri saya pingsan berkali-kali. Istri saya kan tidak tahu kalau saya bertukar pesawat dengan almarhum," kata Malik saat mengisahkan peristiwa 20 tahun lalu itu kepada detikcom, Selasa (19/6/2007). Di tahun 1987 itu, Malik masih berpangkat Mayor (Laut), sama dengan Suwelo. Malik dan Suwelo juga satu angkatan di Akademi Angkatan Laut (AAL). Pada 1987itu, Malik dan Suwelo mendapat tugas yang sama untuk menerbangkan pesawat Nomad ke Tanjung Pinang, Kepri. Dari Surabaya menuju Tanjung Pinang, Malik membawa pesawat Nomad 817, sementara Suwelo Wibisono membawa pesawat Nomad 809. "Namun, setiba di Tanjung Pinang,kami bertukar pesawat. Saya membawa pesawat Nomad 809 ke Sabang, sementara almarhum membawa pesawat Nomad 817 yang sebelumnya saya pakai untuk patroli dikawasan Tanjung Pinang," ujar Malik. Selang dua hari kemudian, pesawat Nomad 817 yang dikemudikan Suwelo Wibisono jatuh di Perairan Mapur. Informasi jatuhnya pesawat Nomad 817 yan cepat menyebar, termasuk melalui media massa, akhirnya mampir ke telinga istri Abdul Malik. "Wajar kalau mereka menduga saya ada di dalam pesawat tersebut. Sebab, saat meninggalkan Surabaya, kami diantar oleh istri kami. Istri saya tahunya saya membawa pesawat 817 itu, sehingga pingsan berkali-kali," jelas Malik. Akhirnya Mabes TNI AL pun menyampaikan konfirmasi kepada keluarga Malik bahwa pesawat yang jatuh itu dikemudikan Suwelo Wibisono, bukan Malik. Keluarga Malik plong, namun keluarga Suwelo sangat berduka atas musibah itu. (asy/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads