Pesawat Jatuh Saat Mendekati Kapal Perang Singapura

Jatuhnya Nomad 20 Tahun Lalu

Pesawat Jatuh Saat Mendekati Kapal Perang Singapura

- detikNews
Selasa, 19 Jun 2007 08:12 WIB
Jakarta - Pesawat Nomad N22S bernomor lambung 817 yang dikemudikan Mayor (Laut) Suwelo Wibisono jatuh di perairan Mapur, Kepulauan Riau (Kepri) 1987 lalu. Pesawat ini jatuh dan karam di dalam laut saat mendekati Kapal Perang Singapura yang memasuki perairan Indonesia. Laksamana Muda Abdul Malik Yusuf masih ingat betul tentang kecelakaan yang menimpa koleganya di TNI AL 20 tahun lalu itu. Pada tahun 1987, pangkat Abdul Malik masih Mayor (Laut). "Jadi, pesawat itu mengalami trouble engine saat mendekati kapal perang Singapura," ujar Abdul Malik saat mengisahkan kejadian naas itu kepada detikcom, Selasa (19/6/2007). Menurut Malik, pesawat Nomad yang merupakan pesawat patroli harus berani terbang rendah untuk memastikan nomor lambung kapal asing yang memasuki perairan Indonesia. "Ketika ada kapal perang Singapura itu, almarhum merendahkan pesawatnya. Namun, saat itu single engine-nya bermasalah, sehingga pesawat tidak bisa naik kembali dan jatuh," ujar dia. Di dalam pesawat itu tidak hanya ada Suwelo Wibisono. Tapi juga ada anggota TNI AL bernama Markoni yang bertindak sebagai kopilot. Juga ada sejumlah penumpang lain. "Semua penumpang selamat, termasuk Markoni. Tapi Pak Suwelo tidak ditemukan," kata Malik. Para penumpang diselamatkan oleh para tentara Singapura yang mengerahkan helikopternya ke tengah laut. "Di antara penumpang itu ada wanita hamil. Setelah kejadian itu, wanita itu melahirkan anaknya dengan selamat," ujar Malik. Markoni yang menjadi saksi hidup kecelakaan itu saat ini masih aktif berdinas di Mabes TNI AL dan berpangkat Letkol (Laut). Setelah para penumpang yang selamat dievakuasi, TNI AL juga langsung melakukan pencarian pesawat dan Suwelo Wibisono. Selama berhari-hari, TNI AL mengerahkan kapal-kapalnya dan meminta bantuan Pelni. Lantas, Pelni mengerahkan KM Baruna Jaya yang memiliki peralatan sensor untuk mengamati dasar laut. "Tapi, bangkai kapal dan jenazah almarhum tidak bisa ditemukan juga. Kesulitan saat itu, karena gelombang cukup tinggi dan angin bertiup kencang," jelas Malik. TNI AL juga telah meminta bantuan para nelayan. Namun, mereka juga tidak berhasil menemukan posisi karamnya pesawat Nomad itu. Setelah 20 tahun bangkai pesawat itu terkubur di dasar laut, tiga nelayan yang tengah mencari ikan di sekitar lima mil barat laut Pulau Mapur, menemukan bangkai pesawat, Jumat (15/6/2007) lalu. Diduga kuat, bangkai pesawat itu adalah pesawat Nomad yang dikemudikan Suwelo. Informasi yang beredar, di dalam bangkai pesawat itu ditemukan jenazah. Diduga kuat jenazah itu adalah jenazah Suwelo. TNI AL akan mengerahkan tim penyelam ke dasar laut itu hari ini, Selasa (19/6/2007), untuk mengambil bangkai pesawat dan jenazah almarhum. (asy/asy)


Berita Terkait