Suwelo dan Malik Bertukar Pesawat Sebelum Pesawat Jatuh

Jatuhnya Nomad 20 Tahun Lalu

Suwelo dan Malik Bertukar Pesawat Sebelum Pesawat Jatuh

- detikNews
Selasa, 19 Jun 2007 07:37 WIB
Jakarta - Laksamana Muda Abdul Malik Yusuf masih ingat betul peristiwa jatuhnya pesawat Nomad TNI AL pada 1987 di Pantai Mapur, Kepulauan Riau (Kepri). Dia sangat shock ketika mendengar pesawat Nomad yang dipiloti Mayor (Laut) Suwelo Wibisono jatuh. Padahal, sebelumnya pesawat naas itu dipiloti Abdul Malik.Dalam kecelakaan itu, Suwelo Wibisono tewas. "Saya bertukar pesawat dengan almarhum di Tanjung Pinang sebelum peristiwa itu terjadi," kata Malik saat berbincang-bincang dengan detikcom, Selasa (19/6/2007). Pada tahun1987 itu, Abdul Malik masih berpangkat sama dengan almarhum: Mayor (Laut).Jenazah Suwelo Wibisono tak ditemukan saat itu. Begitu juga bangkai pesawatnya. Nah, setelah 20 tahun bangkai pesawat itu terkubur di dasar laut yang bergelombang deras itu, Jumat (15/6/2007), tiga nelayan yang tengah mencari ikan di sekitar lima mil barat laut Pulau Mapur, menemukan bangkai pesawat. Diduga kuat, bangkai pesawat itu adalah pesawat Nomad yang dikemudikan Suwelo.Abdul Malik tidak ingat persis tanggal jatuhnya pesawat Nomad itu. Dia hanya ingat bahwa peristiwa naas itu terjadi di bulan Ramadan. "Yang pasti, pesawat yang jatuh itu jenis Nomad N22S dengan nomor lambung 817. Itu pesawat patroli terbaru saat itu," ujar Malik mengenang.Malik yang bertugas membawa pesawat tersebut dari Surabaya ke Tanjung Pinang saat itu untuk digunakan patroli di atas laut di kawasan Pulau Sumatera. "Ada 4 pesawat yang diterbangkan dari Surabaya menuju Tanjung Pinang, dan salah satunya pesawat Nomad 817 yang saya bawa," kata mantan Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI AL itu.Empat pesawat itu mendarat mulus di Tanjung Pinang. Kemudian, empat pesawat ini dibagi menjadi dua. Dua pesawat akan dibawa ke Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan dua pesawat lainnya tetap berada di Tanjung Pinang. Empat pesawat itu terdiri dari dua pesawat Nomad baru dan dua lainnya merupakan produk lama.Malik mendapat tugas menerbangkan pesawatnya ke Sabang, sementara Suwelo Wibisono tetap bertugas di Tanjung Pinang. Pesawat Nomad yang dibawa Malik merupakan pesawat baru, sementara pesawat yang dibawa Suwelo Nomad 809 merupakan produk lama."Sebelum berangkat ke Sabang, ada perintah untuk mengganti pesawat yang saya pakai. Mengapa pesawat ditukar? Karena agar adil, jangan sampai dua pesawat yang dibawa ke Sabang baru semua. Akhirnya, saya bertukar pesawat dengan almarhum. Jadinya, pesawat Nomad 817 itu dipiloti oleh almarhum untuk keperluan patroli," ujar pria yang saat ini menjabat sebagai Widyaiswara Lemhannas itu.Setelah berpisah dengan Suwelo di Tanjung Pinang, Malik pun mendarat mulus dengan pesawat Nomad 809 di Sabang. "Setelah dua hari saya di Sabang, pesawat Nomad 817 yang dikemudikan almarhum jatuh di perairan Mapur," kata Malik.Untuk memastikan apakah bangkai pesawat yang ditemukan nelayan adalah bangkai pesawat Nomad 817, Komandan Satudarmabar Kol Laut (P) Barioto akan mengerahkan tim penyelam TNI AL ke dasar laut itu hari ini, Selasa (19/6/2007). Tim dari Jakarta juga dikerahkan untuk memastikan dan mengevakuasi bangkai pesawat itu. Barioto sudah memastikan bahwa puing bangkai pesawat yang diserahkan nelayan itu adalah bangkai pesawat Nomad. (asy/asy)


Berita Terkait