Melbourne Geger Penembakan, Howard Siap Bahas UU Pistol
Senin, 18 Jun 2007 15:00 WIB
Melbourne - Penembakan di jalanan yang menewaskan satu pria dan melukai 2 orang di CBD Melbourne membuat PM Australia John Howard siap membahas UU Pistol."Kita punya UU Pistol yang keras. Tapi saya siap untuk membahas apakah perlu diperketat," kata Howard seperti dilansir Sydney Morning Herald, Senin (18/6/2007).Salah satu hal yang dilakukan pertama kali sebagai PM, tutur Howard, adalah melarang tambahan besar-besaran penggunaan senjata laras panjang.Melbourne digemparkan penembakan yang dilakukan seorang pria di jalanan. Satu orang tewas dan dua orang terluka pada Senin pagi. Si penembak belum dibekuk, hanya senjatanya yang ditemukan di persimpangan Queen Street and Flinders Street.Pemimpin Partai Hijau sekaligus Senator Bob Brown mendesak agar pembahasan dilakukan secepatnya."Saya sudah mengampanyekan pelarangan penggunaan pistol sejak pembunuhan massal di Port Arthur tahun 1996. Saat itu peredaran pistol semi otomatis besar-besaran," katanya.Pemimpin Koalisi Nasional untuk Kontrol Senjata Samantha Lee meminta Premier Victoria, Steve Bracks membuat larangan nasional terhadap senjata semi otomatis."Apalagi beberapa tahun lalu ada penembakan di Universitas Monash di Victoria. Sekarang terjadi lagi. Dua peristiwa ini seharusnya membuat Steve Bracks membuat legislasi larangan," kata Lee.
(sss/ana)











































