Gedung Resepsi di Jakarta Juga Fullybooked untuk 7/7/07
Senin, 18 Jun 2007 11:13 WIB
Jakarta -
Uang terbukti tidak bisa membeli segalanya, apalagi sebuah kesempatan berharga, menikah di tanggal 7/7/2007. Meski rela merogoh kocek dalam-dalam banyak pasangan yang harus menunda niatnya naik pelaminan.Seperti yang dialami pasangan sebut saja Indra dan Santi. Kedua sejoli ini berencana mengikat tali kasihnya pada tanggal 7/7/07. Namun karena sibuk mengurusi berbagai hal, keduanya malah lupa memesan gedung tempat resepsi!Puluhan gedung yang biasa menjadi tempat resepsi kelas menengah di seantero Jakarta pun disambangi. Hasilnya, nihil. Gedung-gedung resepsi di Jakarta telah fully booked untuk pernikahan 7 Juli 2007. Misalnya saja gedung Depnakertrans di Kalibata, Deptan di Ragunan, Masjid Al Bina Senayan, Masjid Al Azhar di Kebayoran, termasuk semua gedung resepsi di TMII.Indra dan Santi cuma bisa gigit jari. Tak satu pun gedung yang kosong di tanggal tersebut baik siang atau malam."Memang harusnya sewa gedung yang duluan. Kita malah sibuk ngurusin mau pake baju adat apa, berapa yang diundang dan lain-lainnya," tutur Santi kepada detikcom, Senin (18/6/2007).Upaya terakhir pun dilakukan keduanya. Indra dan Santi mencoba membujuk petugas bagian pemesanan di Gedung Pusat Jasa Pendidikan PLN, Ragunan, Jakarta Selatan.Kepada petugas tersebut Indra menawarkan uang sebesar Rp 15 Juta untuk biaya sewa gedung yang harga normalnya cuma Rp 2,5 juta. "Ya mau bagimana lagi, siapa tahu orang yang sudah mesan mau mengganti tanggal pernikahannya," kata Indra.Namun petugas tersebut menolak. Alasannya, pasangan yang akan menikah tanggal 7/7/07 sudah memesan gedung tersebut sejak setahun yang lalu. "Petugas itu menyuruh saya menghubungi langsung pasangan yang sudah memesan," cerita Indra.Hasilnya bisa ditebak. Upaya pamungkas Indra pun gagal. Pasangan yang sudah memesan gedung pada 7/7/07 menolak mentah-mentah tawaran uang sebesar Rp 15 juta. "Terpaksa deh kita harus mengundurkan tanggal pernikahannya. Mau nikah di rumah juga nggak mungkin, tempatnya sempit," pungkasnya.
(bal/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































