Ceriyati Aman, KBRI Bantu Dapatkan Haknya
Senin, 18 Jun 2007 09:41 WIB
Jakarta - Di saat sudah sangat terdesak, seseorang bisa saja nekat. Seperti yang dilakukan Ceriyati, seorang TKI di Malaysia yang nekat terjun dari lantai 15. Kini, dia sudah aman."Sekarang dia sudah aman," ujar jubir Deplu Kristiarto Legowo saat dihubungi detikcom, Senin (18/6/2007).Menurut dia, Deplu RI melalui KBRI di Kuala Lumpur, Malaysia, berusaha membantu perempuan asal Brebes, Jawa Tengah, itu untuk mendapatkan hak-haknya."KBRI masih mendengar keterangan dan pendapat dia (Ceriyati). Setelah itu, KBRI akan membahas apa yang akan dilakukan selanjutnya," imbuh Kris.Ditambahkan dia, sebelum dipulangkan ke Indonesia, KBRI akan membantu perempuan 34 tahun itu mendapatkan haknya yang teringkari. "Jangan sampai dia pulang, hak-haknya belum didapat," pungkas Kris. Yang dimaksud hak, antara lain gaji yang belum dibayarkan dan hukuman yang setimpal bagi penganiayanya.Pada Sabtu 16 Juni kemarin, Ceriyati nekat melarikan diri dari majikannya yang tinggal di lantai 15 Kondominium Tamarind Sentul. Dia kabur dari jendela dengan berpegang pada untaian potongan kain.Ceriyati memilih melarikan diri karena tidak tahan dengan siksaan majikannya. Kepada polisi, Ceriyati mengatakan, nama majikannya adalah pasangan suami istri Michael Tsen dan Ivone Siew.Selama lima bulan bekerja, Ceriyati belum menerima gaji. Dia bahkan dilarang beribadah dan dilarang keluar apartemen. Oleh majikannya, Ceriyati disuruh tidur di lantai dan kerap mendapat pukulan.Perempuan ini dikirim ke Malaysia melalui PT Sumber kencana Sejahtera. Di Malaysia, ibu dua anak ini ditampung di Kemas Cerah Bhd.
(nvt/nrl)











































