Kader PDIP Minta Pecat Oknum yang Terima Uang Mahar
Senin, 18 Jun 2007 06:41 WIB
Jakarta - Para kader PDIP rencananya akan menggelar aksi di kantor PDIP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat. Aksi mereka ini bertujuan mendesak DPP PDIP membentuk tim komisi disiplin partai yang akan mengusut kader PDIP dari tingkat DPP hingga DPD yang menerima mahar.Aksi ini akan dilakukan Senin (18/6/2007) pukul 12.00 WIB. Aksi ini mundur dua jam dari rencana awal yakni pukul 10.00 WIB karena ada Kongres I Relawan Perjuangan Demokrasi (Rapdem) di Pondok Gede."Kalau bisa dibekukan saja DPD itu karena telah menyalahgunakan jabatannya. DPD harus bertanggung jawab," kata Wakil Ketua Bidang Politik Pemenangan Pemilu dan Pembangunan Daerah PAC Ciracas, Jakarta Timur Kardi Arsin kepada detikcom, Senin (18/6/2007).Menurut pria yang akrab disapa Acil ini, kejadian tersebut telah mencoreng nama baik PDIP. Seharusnya anggota PDIP bisa menyikapi dengan baik para bakal calon cagub-cawagub yang telah melamar ke PDIP, bukan meminta sejumlah uang."Kita-kan partai wong cilik. Kemarin kita sudah terbuka siapa saja yang daftar silakan tanpa uang pendaftaran," ujarnya.Acil memang tidak memungkiri bahwa dalam politik terdapat cost politic, setiap balon dan partai sewaktu-waktu bisa mengeluarkan uang. Namun, hal ini bersifat situasional bukan karena permintaan partai terhadap balon tersebut."Ya, contohnya kalau kita mau buat acara buka puasa bersama. Kita meminta bantuan balon untuk acara itu. Tapi itu pun bentuknya sukarela," imbuhnya.Menurut Acil, jika uang mahar itu digunakan untuk kepentingan partai maka uang mahar itu seharusnya juga sudah ada di tangan kader-kader lainnya. Namun sampai sekarang para kader PDIP tidak pernah menerima sedikit pun uang mahar itu."Kami belum menikmati uang itu. Makanya kalau ada yang masuk (uangnya) ke DPD buat apa? Buat kepentingan partai atau pribadi," pungkasnya.
(ziz/mly)











































