Inisiator Lumpur Lapindo Jamin Tak Berniat Goyang SBY
Minggu, 17 Jun 2007 15:46 WIB
Jakarta - Bukan komoditas politik. Begitu penegasan para inisiator interpelasi kasus lumpur Lapindo. Mereka menjamin tak punya niat untuk menggoyang Presiden SBY.Mereka hanya menganggap kasus lumpur ini terus berlarut-larut dan tidak kunjung selesai. DPR pun didesak agar bersiap-siap melakukan interpelasi kasus lumpur lapindo terhadap SBY.Salah seorang anggota inisiator dari FPAN Djoko Susilo membantah jika interpelasi ini adalah masalah politik."Interpelasi ini bukan untuk komoditas politik, tetapi untuk masalah kemanusiaan," jelas Djoko saat menggelar jumpa pers di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (17/6/2007), usai menemui Pansus Lapindo dari DPRD Jawa Timur.Djoko menegaskan, interpelasi bukan untuk menggoyang SBY, sehingga diharapkan SBY dapat hadir saat interpelasi tersebut.Djoko juga sudah mengaku mengumpulkan tanda tangan para anggota DPR sebagai bentuk dukungan terhadap interpelasi lumpur Lapindo."Kita sudah mengumpulkan 153 tanda tangan, mudah-mudahan sampai Kamis bisa mencapai 200 tanda tangan, sehingga masalah Lapindo ini bisa selesai sebelum reses bulan Juli mendatang," katanya.Ade Daud Nasution dari FPBR berharap interpelasi dapat membuat masalah Lapindo selesai dan tidak ada dampak sosial yang berlarut-larut."Mudah-mudahan saja interpelasi bisa membuat kasus Lapindo ini selesai. Ini masalah sosial, bukan politik," tegasnya.Dalam pertemuan kali ini tampak beberapa inisiator interpelasi lumpur Lapindo, antara lain Jacobus Mayongpadang dari FPDIP, Abdullah Azwar Anas dari FKB, dan Suripto dari FPKS.
(rdf/sss)











































