Berebut Penumpang, Komeng Tusuk Leher Nurhani Hingga Tewas
Minggu, 17 Jun 2007 15:03 WIB
Jakarta -
Meski senasib menjadi sopir metro mini, Agus Komeng dan Nurhani tampaknya kurang kompak. Keduanya kerap saling berebut penumpang dan salip menyalip saat mengendarai kendaraannya.Puncaknya Minggu siang ini, 17 Juni 2007. Komeng sudah habis kesabarannya menghadapi persaingan dengan Nurhani. Dengan menyembunyikan pisau di balik bajunya, dia menghamipiri Nurhani yang saat itu sedang menunggu penumpang di dalam metro mini P 83 jurusan Grogol-Kampung Muara tersebut.Terjadi cek-cok antara keduanya di dalam metro mini. Penumpang yang sudah ada dalam bus tanggung itu tidak ada yang berani melerai. Mereka hanya menjadi penonton.Tanpa disangka-sangka, Komeng mencabut pisau yang sudah dia siapkan sebelumnya. Tanpa ba bi bu lagi, dia langsung menusukkan belatinya ke leher Nurhani. Craaat.... Darah segar muncrat dari tenggorokan sopir metro mini tersebut. Nurhani jatuh tersungkur. Penumpang langsung panik dan lari berhamburkan ke luar.Melihat lawannya tergeletak di lantai bus, Komeng langsung mengambil langkah seribu. Langkahnya sempat terhenti ketika orang-orang di sekitar mengepungnya. Namun entah menggunakan ilmu apa, Komeng berhasil meloloskan diri.Sementara Nurhani langsung dilarikan oleh kernetnya, Ujang, dan orang-orang di sekitarnya ke puskesmas Penjagalan yang tak jauh dari lokasi kejadian. Namun nyawanya tak tertolong akibat darah yang terus keluar dari luka tusukan di leher yang mengenai kerongkongan."Dua orang itu sejak kemarin memang sering berantem. Biasalah rebutan penumpang. Pas ngetem-ngetem saling serobot dan salip menyalip saat di jalan. Jadi nggak pernah akur. Puncaknya ya tadi mas, saat sama-sama emosi," tutur Ujang di Puskesmas Penjagalan.Jenasah Nurhani saat ini sudah dibawa ke RSCM untuk diotopsi. Sementara Komeng masih buron. "Tersangka buron, kami masih memburunya." kata Kanit reskrim Polsek Penjaringan Iptu Syafii Nafikin.
(ana/bal)










































