Induk Semang Tersangka Teroris Ketakutan Ada Handak

Induk Semang Tersangka Teroris Ketakutan Ada Handak

- detikNews
Sabtu, 16 Jun 2007 22:59 WIB
Yogyakarta - Induk semang atau pemilik rumah yang dikontrak salah satu anggota teroris yang tertangkap di Sleman, Yogyakarta mengaku ketakutan. Mereka khawatir di dalam rumah tersimpan bahan peledak (handak) atau bahan berbahaya lainnya.Hal itu diungkapkan Ny Seto (67) pemilik rumah yang dikontrak Adikusuma (30) salah satu anggota teroris yang tertangkap pada Sabtu 9 Juni lalu di Dusun Karangnongko Ngaglik Sleman. Rumah yang berada di Dusun Donolayan Desa Donoharjo Kecamatan Ngaglik itu sudah dalam keadaan kosong ditinggal pergi istri Adi bersama dua anaknya. "Terus terang, kami khawatir setelah diberi tahu polisi kalau pengkontrak rumah itu ditangkap. Jangan-jangan di dalam rumah masih ada bahan peledak," jelasnya.Dia berharap polisi bisa memberikan kepastian bila rumah miliknya aman. Setelah ada penangkapan dirinya bersama anggota keluarga lainnya memang sempat mengecek dan memeriksa isi dalam rumah melalui pintu belakang atau dapur. Dan hasilnya tidak ditemukan apa-apa kecuali beberapa lembar kain, piring dan gelas yang masih kotor yang ditinggalkan pengontrak. "Meski tidak ada apa-apa. Namun kami masih khawatir saja. Sekarang kami serahkan kepada bapak-bapak polisi saja masalah itu," tambahnya.Menurut Ny Seto, rumah yang ditempati Adikusuma di Dusun Donolayan itu dikontrak sejak 4 bulan yang lalu atau sekitar bulan Februari 2007. Rencananya, oleh keluarga Adi rumah itu dikontrak selama 1 tahun. Sebelum mengontrak di Donolayan, keluarga Adi mengaku bertempat tinggal di Bantul. Karena ada gempa, maka istrinya meminta pindah ke Sleman. "Semuanya sudah dibayar lunas Rp 2 juta, tetapi kemudian saya kembalikan Rp 50 ribu," katanya.Ny Seto mengaku dirinya sudah bertemu empat kali namun ketika akan dimintai kartu identitas seperti KTP selalu menolak dengan berbagai alasan. Selain itu, keluarga Adi juga mengaku berjualan roti keliling yang dititipkan di warung-warung sekitar Sleman. (bgs/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads