PDIP Tantang Djasri & Kirbi Sebut Nama Pemeras
Sabtu, 16 Jun 2007 21:44 WIB
Jakarta - Mayjen Purn Slamet Kirbiyantoro dan Mayjen Purn Djasri Marin mengaku telah menyetor 'mahar' ke sejumlah partai. Tak mau dianggap fitnah, PDIP menantang mereka untuk buka-bukaan."Sebut saja siapa nama orangnya, jangan hanya tunjuk-tunjuk," kata Kepala Departemen Infokom DPD PDIP DKI Jakarta, Dhia Prekasha Yoedha saat dihubungi detikcom, Sabtu (16/6/2007).Menurut Dhia, partainya memerlukan adanya pembuktian dari pengakuan mereka. "Mereka tidak jelas menyebut siapa nama yang meminta,' imbuhnya.Namun Dhia mengakui selama sosialisasi memang ada iuran sukarela yang diminta untuk penyelenggaraan sebuah acara. "Namanya kenclengan dan jumlahnya tiap acara tidak lebih dari Rp 50 juta, kalau disebut sampai milyaran itu berlebihan," tandas Dhia.Informasi yang diperoleh detikcom, Slamet Kirbiyantoro dikabarkan telah menyetorkan Rp 1,5 miliar ke PDIP selama proses penjaringan cawagub DKI.Sedangkan Djasri Marin telah menghabiskan Rp 2 miliar selama mengikuti mekanisme penjaringan cawagub DKI di PDIP dan PPP.Kedua jenderal purnawirawan tersebut menyatakan akan menagih kembali dana yang telah dikeluarkannya ke PDIP dan parpol lain di Koalisi Jakarta.
(ndr/)











































